Ini Penjelasan Dandim Mimika Terkait Video ‘Oknum Anggota TNI AD Pukul Sopir Truk’

Capture Video
Capture Video

TIMIKA | Sebuah video berdurasi 9 detik yang menunjukan oknum anggota TNI AD dengan menggunakan gulungan kardus memukul sopir truk berwarna putih di perempatan lampu merah SP1-SP4, Timika, ramai beredar di media sosial, Rabu (20/5) sore.

Video itu ramai dibagikan masyarakat melalui WA Group dan jejaring media sosial lainnya sehingga menimbulkan multitafsir.

Dandim 1710/Mimika Letkol Inf. Pio L. Nainggolan menyatakan, video tersebut tidak menggambarkan kejadian yang seutuhnya.

“Memang benar beredarnya sebuah video amatir yang menunjukkan seorang prajurit TNI AD yang bersikap emosi terhadap seorang pengemudi truk berwarna putih yang saat ini sedang viral di medsos,” ujar Dandim dalam rilis yang diterima Seputar Papua, Rabu malam.

Ia menjelaskan, peristiwa ini berawal ketika petugas gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub melaksanakan operasi rutin pembatasan akses sosial diatas pukul 14.00 WIT.

Ketika itu seorang pengemudi truk melintas dan ditegur oleh anggota TNI AD, Pelda HR karena berjalan diatas jam yang ditentukan dan tidak menggunakan masker.

IKLAN-TENGAH-berita

“Waktu ditegur direspon oleh pengemudi itu dengan tidak menurunkan kaca dan justru mengunci pintu truk sehingga Pelda HR mengambil gulungan karton/kardus di pinggiran jalan dan memukulkan ke kaca jendela truk agar pengemudi segera membuka kaca jendela,” tambah Dandim.

Setelah kaca jendela diturunkan, pengemudi mengaku tidak mengetahui adanya pembatasan waktu dan adanya kewajiban menggunakan masker bagi setiap warga.

“Sayangnya ucapan tersebut dilontarkan dengan nada tinggi dan merasa tidak terima. Hal tersebut sempat menyulut emosi Pelda HR sehingga kembali memukulkan gulungan kardus ke kap body truk,” pungkasnya.

Namun, setelah diberikan penjelasan tentang pemberlakukan pembatasan waktu aktivitas masyarakat diluar rumah hingga 14.00 WIT dan wajib menggunakan masker, pengemudi tersebut kemudian dipersilahkan melanjutkan perjalanan pulang ke rumah menuju SP4.

Dandim menuturkan, pada saat peristiwa tersebut terjadi, seorang pegawai wanita Apotik disekitar TKP berinisial M kemudian mengambil gambar melalui handphonenya.

Pelda HR kemudian meminta agar video tersebut segera dihapus karena tidak menggambarkan peristiwa seutuhnya yang dapat menunjukkan mengapa kendaraan tersebut dihentikan dan pengemudi ditegur oleh petugas.

Namun M menjelaskan bahwa video tersebut sudah sempat dikirimkan ke WA group yang ada di HPnya dan memohon maaf kepada Pelda HR.

“Yang bisa dilakukan hanya menghapus video yang terdapat di memori HP dan karena saudari M telah memohon maaf selanjutnya Pelda HR kembali melaksanakan tugas bersama rekan- rekan yang lain,” ungkap Dandim.

Dandim menjelaskan, kegiatan Gugus Tugas ini merupakan kegiatan Nasional, tidak hanya berlaku lokal ataupun sektoral, namun dilakukan juga di setiap wilayah di Indonesia.

Operasi Gabungan Gugus Tugas Kabupaten Mimika sendiri telah memasuki periode kedua tahap tanggap darurat yang jauh sebelumnya diawali dengan sosialisasi melalui media sosial maupun secara langsung di lapangan sehingga seluruh masyarakat Kota Timika diyakini telah mengetahuinya.

Kegiatan Gugus Tugas Kabupaten Mimika dilakukan berdasarkan Instruksi dari Pemerintah Pusat, Gubernur Papua dan Instruksi Bupati Mimika yang semuanya ditujukan untuk kepentingan bersama demi kemanusiaan sehingga perbuatan melawan petugas di lapangan dapat diancam pidana.

Disisi internal, Dandim 1710/Mimika mengatakan, akan menjadikan hal ini sebagai bahan evaluasi agar setiap
anggota dapat bersikap tetap sabar dan tetap humanis dan tidak terpancing emosi dalam menjalankan tugas yang dihadapkan dengan kondisi sosial dan kondisi psikologi yang cukup beragam.

Reporter: Batt
Editor: Sevianto

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar