Ini Penjelasan Kadis PUPR Terkait Dana Pembinaan Pengusaha OAP

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Pengusaha OAP memalang kantor dan menempel beberapa tulisan berisi tuntutan. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Pengusaha OAP memalang kantor dan menempel beberapa tulisan berisi tuntutan. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Papua, Robert Mayaut memberikan penjelasan mengenai dana pembinaan bagi pengusaha Orang Asli Papua (OAP) untuk tahun 2021.

Dijelaskan sebelumnya Dinas PUPR telah mengusulkan dalam rancangan APBD – P yakni Rp13 Miliar namun yang terakomodir hanya Rp2,3 miliar.

Lanjut dia, 2,3 miliar ini merupakan nilai yang kecil jika dibagi dengan sekitar 400an kontraktor yang datanya diserahkan dari KAPP sehingga tidak mencukupi.

“Kita lihat dari sisi, pertama adalah pelelangannya tidak memungkinkan karena pelelangannya tidak memungkinkan, APBD-P saja ditetapkan sudah akhir tahun, sementara itu pembagian dari 2,3 Miliar itu pasti ada yang tidak dapat atau satu kontraktor bisa dapat nilai kecil sekali, nanti kalau dibagi tidak masuk akal untuk jalankan proyek,” Kata Robert kepada awak media melalui sambungan telefon, Kamis (25/11/2021).

Untuk itu, Rp2,3 Miliar tersebut sebelumnya sudah dikomunikasikan dengan ketua KAPP dan telah disampaikan situasi kondisi, namun penyampaian dari Ketua KAPP pihaknya kembalikan lagi ke Dinas PUPR.

“2,3 Miliar ini dialihkan sekalian tahun depan jadi tahun depan kita usulkan ulang lagi 14 Miliar dan melihat berapa yang akan dijawab nanti,” ujarnya.

Selain itu juga, saat ini ada evaluasi untuk tertib administrasi, dimana menurut Robert lebih baik dialihkan tahun depan sehingga administrasinya lebih tertib, aman dan lebih baik.

Saat ini anggaran Rp2,3 Miliar, kata Robert tidak ada di tangan Dinas PUPR karena ada di Kas Daerah.

“Uang itu tidak ada di PU kalau belum di eksekusi (digunakan) jadi uang itu juga tidak ada di tangan saya,” ungkapnya.

Dijelaskan pula Rp13 Miliar merupakan usulan awal saat pembahasan APBD-P namun yang disepakati dalam pembahasan adalah Rp2,3 Miliar dan sudah tertera di dalam DPA.

“13 miliar itu usulan, di DPA tulisnya 2,3 miliar. Kita usul ke perubahan yang disetujui cuman 2,3, kita kerja berdasarkan DPA,” tuturnya.

Reporter: Kristin Rejang
Editor: Batt

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Kasus Pencurian di Mimika Dominasi Tahun 2021
Kasus Pencurian di Mimika Dominasi Tahun 2021
Pemkab Mimika Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2021-Tahun Baru 2022
Pemkab Mimika Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2021-Tahun Baru 2022
Kaleidoskop Papua 2021   Rangkaian Peristiwa Sepanjang Tahun 2021 di Papua
Kaleidoskop Papua 2021 Rangkaian Peristiwa Sepanjang Tahun 2021 di Papua
Warga di Mimika Ikut Vaksinasi dapat Sepeda Motor
Warga di Mimika Ikut Vaksinasi dapat Sepeda Motor
Kepolisian Mimika Sita Ribuan Petasan dari Pedagang Eceran Tak Berizin
Kepolisian Mimika Sita Ribuan Petasan dari Pedagang Eceran Tak Berizin
Baca Juga