Ini Protokol Kesehatan yang Harus Diterapkan Saat Perayaan Natal

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Adrianus Utler. (Foto: Kristin Rejang/SP)
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Adrianus Utler. (Foto: Kristin Rejang/SP)

TIMIKA | Sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama nomor SE 23 tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Ibadah dan Perayaan Natal di Masa Pandemi Covid-19, ada beberapa hal yang harus diterapkan dalam pelaksanaan ibadah Natal.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Adrianus Utler kepada Seputarpapua.com, Selasa (15/12).

“Kementerian agama menerbitkan panduan ini, diharapkan bisa meminimalisir resiko penularan Covid-19 akibat kerumunan di rumah ibadah, tanpa mengesampingkan aspek spiritualitas,” kata Adianus.

Adrianus menjelaskan dalam panduan tersebut menjadi kewajiban pengurus tempat ibadah untuk menyiapkan petugas dalam melakukan mengawasi protokol kesehatan.

Adapun panduannya diantaranya membersihkan dan memberikan desinfektan secara berkala di area rumah ibadah, lalu membatasi pintu jalur keluar dan masuk gedung gereja.

Kemudian, menyediakan fasilitas cuci tangan, sabun dan menyiapkan hand sanitizer. Menyediakan alat pengukur suhu, dimana apabila dalam dua kali pemeriksaan dalam 5 menit suhunya 37,5 derajat, umat atau jemaat disarankan untuk jangan masuk ke Gereja.

Selain itu, menerapkan jaga jarak minimal satu meter dengan memberikan tanda khusus di lantai atau kursi.

Selanjutnya adalah mempersingkat waktu perayaan Natal tanpa mengurangi nilai-nilai Natal.

“Artinya dipersingkat tapi nilai-nilai Natal itu jangan kurangi, misalnya tadinya 2 jam, usahakan satu jam. Lalu memasang himbauan penerapan protokol kesehatan di tempat yang mudah terlihat,” katanya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga