Ini Tanggapan Freeport Terkait Demo Karyawan Moker

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Para buruh moker beserta keluarga turun demo di Kantor DPRD Mimika, Papua, Kamis (16/12/2021). (Foto: Yonri Revolt/Seputarpapua)
Para buruh moker beserta keluarga turun demo di Kantor DPRD Mimika, Papua, Kamis (16/12/2021). (Foto: Yonri Revolt/Seputarpapua)

TIMIKA | Ratusan karyawan mogok kerja (Moker) PT Freeport Indonesia, pada Kamis (16/12/2021) telah melakukan aksi demo damai di Kantor DPRD Mimika dan Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika.

Aksi demo damai tersebut menyuarakan aspirasi mereka pasca putusan Mahkamah Agung (MA) yang memutuskan bahwa mogok kerja adalah sah.

Serta adanya surat dari Dinas Tenaga Kerja dan Gubernur Papua untuk mengembalikan karyawan bekerja dan membayarkan hak-haknya selama mogok kerja.

Menanggapi hal itu, PT Freeport Indonesia angkat bicara melalui juru bicaranya yang juga Vice Presiden Corporate Communications (Corpcom) PTFI, Riza Pratama.

“PTFI telah menyelesaikan seluruh kewajibannya terhadap setiap individu yang meninggalkan kewajiban bekerja di tahun 2017 lalu,” kata Riza melalui pesan singkat yang diterima seputarpapua.com, Kamis.

Kata dia, putusan-putusan MA tanggal 14 September 2021 tidak terkait dengan para eks-pekerja PTFI yang meninggalkan kewajiban bekerja di tahun 2017.

Putusan-putusan ini terkait persetujuan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan atas nama Tri Puspital, M. Anwar, dan Demianus Jonasen May.

“Tidak terdapat upaya hukum dan putusan lembaga peradilan yang mendukung atau menjustifikasi klaim para eks-pekerja ini,” ujar Riza menutup statemennya.

Sebelumnya, usai demo damai di Kantor DPRD Mimika Karateker Ketua PUK SP KEP SPSI PTFI, Gibi Genelak mengatakan, rekan-rekan moker datang ke Kantor DPRD Mimika ini untuk menyampaikan aspirasi.

Dimana selama mogok kerja yang telah dilakukan sejak dari 1 Mei 2017 lalu sampai sekarang, pihak Manajemen PTFI menyatakan bahwa itu tidak sah.

Dari kondisi itu, dirinya dan rekan-rekan terus berjuang dan berupaya dengan terus bersabar. Hasilnya, dirinya dan rekan-rekan moker ini mendapatkan putusan dari MA bahwa mogok kerja adalah sah.

“Dari putusan MA itu, kami bawa ke Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua dan telah mendapatkan surat, begitu juga dengan Gubernur Papua,” terangnya.

Kata Gibi, dengan demikian status karyawan moker ini sudah kuat, namun dari pihak Manajemen PTFI tidak meresponnya. Karenanya, dirinya dan rekan-rekan moker terus berjuang untuk menyuarakan ke DPRD dan Pemda Mimika.

Tujuannya, agar DPRD Mimika dan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika bisa memfasilitasi apa yang sudah menjadi putusan dari MA,  Gubernur Papua, dan Disnaker Papua.

“Bagaiamana caranya pemerintah harus intervensi, agar masalah ini cepat selesai. Apalagi kami semua ini adalah warga Mimika dan memiliki KTP Mimika. Sehingga pemerintah daerah dan DPRD harus campur tangan. Karenanya kami datang untuk menyampaikan tiga surat tersebut agar ditindaklanjuti,” ujarnya.

“Apalagi, keputusan MA ini merupakan putusan kasasi dan terakhir di Republik Indonesia,” tuturnya.

Gibi menjelaskan, isi surat dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua menyatakan bahwa mogok sah. Serta karyawan yang mogok dikembalikan ke tempat kerja masing-masing dan dibayarkan hak-haknya.

Selanjutnya surat dilanjutkan ke Gubernur, dan beliau menegaskan dengan isi aurat yang sama untuk mengembalikan teman-teman bekerja dan membayarkan haknya.

“Itulah yang sekarang ini kami suarakan ke DPRD dan Pemda Mimika,” ungkapnya.

Reporter: Mujiono
Editor: Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Kasus Pencurian di Mimika Dominasi Tahun 2021
Kasus Pencurian di Mimika Dominasi Tahun 2021
Pemkab Mimika Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2021-Tahun Baru 2022
Pemkab Mimika Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2021-Tahun Baru 2022
Kaleidoskop Papua 2021   Rangkaian Peristiwa Sepanjang Tahun 2021 di Papua
Kaleidoskop Papua 2021 Rangkaian Peristiwa Sepanjang Tahun 2021 di Papua
Warga di Mimika Ikut Vaksinasi dapat Sepeda Motor
Warga di Mimika Ikut Vaksinasi dapat Sepeda Motor
Kepolisian Mimika Sita Ribuan Petasan dari Pedagang Eceran Tak Berizin
Kepolisian Mimika Sita Ribuan Petasan dari Pedagang Eceran Tak Berizin
Pasukan TNI Tidak Akan Ditarik dari Papua, Ini Penjelasan Panglima
Pasukan TNI Tidak Akan Ditarik dari Papua, Ini Penjelasan Panglima
Baca Juga