Ini yang Terjadi Jika Kabupaten Mimika Belum Bentuk UKPBJ Hingga Akhir 2023

Kepala BPBJ Kabupaten Mimika, Bambang Wijaksono (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Kepala BPBJ Kabupaten Mimika, Bambang Wijaksono (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua hingga saat ini belum membentuk Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ).

Padahal, pembentukan UKPBJ merupakan amanat Peraturan Presiden (Perpres) nomor 12 tahun 2021 yang merupakan perubahan atas Perpres 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

UKPBJ adalah unit kerja di lingkungan kementerian, lembaga dan pemerintah daerah (K/L/PD) yang menjadi pusat keunggulan pengadaan barang/jasa pemerintah. UKPBJ dibentuk oleh Menteri/ Kepala Lembaga/ Kepala Daerah, dan di setiap K/L/PD dibentuk 1 UKPBJ. 

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), Setda Mimika, Bambang Wijaksono menjelaskan, sesuai amanat Perpres tersebut, batas akhir pembentukan UKPBJ disetiap kabupaten/kota adalah 31 Desember 2023.

“Hal ini sudah kita sampaikan ke pimpinan OPD karena selama ini kam Kelompok Kerja (Pokja) pemilihan yang melakukan proses pengadaan barang dan jasa pemerintah masih berkedudukan di OPD,” jelas Bambang saat diwawancarai di Kantor Pusat Pemerintahan, Jumat (20/5/2022).

Bambang mengatakan, Pokja pemilihan harus ASN dan memiliki sertifikat kompetensi pengadaan barang dan jasa.

ASN yang bersertifikat di Kabupaten Mimika berjumlah 96 orang, namun dari 96 orang tersebut sekitar 82 orang adalah pejabat struktural baik eselon 3 maupun eselon 4.

“Sementara sisanya adalah staf. Mereka tersebar di OPD-OPD. Pada saat mau diminta untuk bergabung, alasan pimpinan OPD bahwa mereka merupakan staf teknis, jika ditarik ke Pokja di UKPBJ maka akan timpang. Sehingga mereka sangat keberatan untuk melepas stafnya. Ini yang menjadi masalah,” ujarnya.

Untuk itu, sebagai kepala BPBJ ia sementara berusaha untuk mencetak ASN yang bersertifikat dengan cara membuat Bimtek PBJ.

Bimtek ini sudah dilaksanakan beberapa kali dari tahun 2019 dimana diikutkan sekitar 256 orang, namun yang lulus memenuhi syarat hanya 4 orang sebab ujian untuk mendapatkan sertifikat tersebut memang berat.

Di tahun 2020 dan 2021 juga pihaknya sudah mencoba, namun terkendala Covid sehingga bimtek tidak bisa dilaksanakan.

Tahun 2022 ini, pihaknya mau melaksanakan Bimtek juga namun pesertanya dibatasi karena terkendala anggaran.

Targetnya, tahun 2022 ini Bimtek akan dilaksanakan sekitar bulan Juni atau Juli yang kemungkinan diikutkan sekitar 50-70 orang.

“Dari situ nanti berapa persen yang lulus kalau kita lihat presentasinya. Memang sertifikasi tidak seperti Bimtek-bimtek yang lain, memang betul-betul murni, memang tingkat kelulusan sangat sulit ada yang ikut 4 sampai 5 kali juga tidak lulus,” katanya.

Jika Pokja yang terbentuk permanen di UKPBJ dengan beban paket dan anggaran di Timika dibutuhkan 25-30 orang.

“Kalau terlalu sedikit juga beban kerja terlalu berat untuk Pokja, Kalau terlalu banyak juga nantinya mereka banyak nganggurnya. Nanti kita lihat ujian ini presentasinya berapa dengan kelulusan sehingga kekurangannya kita upayakan untuk kita ajukan di APBD perubahan (buat Bimtek lagi),” jelasnya.

Bambang mengatakan, sesuai Perpres 12 tahun 2021, jika sampai batas waktu yang sudah ditentukan Mimika tidak membentuk UKPBJ, maka proses pengadaan barang dan jasa pemerintah Kabupaten Mimika akan dialihkan ke daerah yang sudah membentuk UKPBJ.

“Jadi kita tidak bisa melakukan PBJ secara mandiri. Harus di daerah lain yang sudah membentuk UKBPJ,” Jelasnya.

“Itu batas waktu dan sanksinya. Sedangkan di Timika sangat besar anggarannya kan sayang. Jadi saya sudah sampaikan ke pimpinan. Ke dewan (DPRD) juga sudah saya sampaikan sehingga kita perlu dukungan. Karena UKPBJ ini untuk kabupaten,” pungkasnya.

reporter : Kristin Rejang
editor : Batt

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.