IPN dan Upaya PTFI Tingkatkan Daya Saing SDM Papua

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
PT Freeport Indonesia melatih putra-putri asli Papua mendapatkan skill dalam bidang industri pertambangan. (Foto: PTFI)
PT Freeport Indonesia melatih putra-putri asli Papua mendapatkan skill dalam bidang industri pertambangan. (Foto: PTFI)

TIMIKA | Di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua tidak hanya terdapat perusahaan multinasional yaitu PT. Freeport Indonesia, tetapi juga dapat dijumpai sebuah lembaga pendidikan vokasi non-formal dengan fasilitas pelatihan kelas dunia, Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN).

IPN didirikan PTFI sejak 2003, sebagai salah satu upaya dari sekian banyak program untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) Papua. Tentu saja, program ini adalah bagian dari penguatan dampak positif untuk pencapaian SDG10 di tingkat lokal.

“Memang dalam laporan PTFI yang telah diverifikasi oleh pihak ketiga dan dapat diakses oleh publik, beberapa yang paling menarik adalah yang terkait dengan ketenagakerjaan dan Pendidikan,” kata Jalal, Pemerhati Keberlanjutan Perusahaan.

IPN memiliki program mulai dari pelatihan kompetensi dasar (literasi) hingga tingkat lanjut, yaitu program MBA yang dilaksanakan bekerjasama dengan SBM ITB untuk pengembangan karyawan dengan prioritas karyawan asli Papua.

Program andalan IPN adalah program magang untuk mempersiapkan SDM yang siap kerja sesuai dengan keterampilan yang dibutuhkan, khususnya di industri Pertambangan.

Total peserta magang sejak tahun 2003-2018 mencapai 4.187, dengan komposisi 91 persen masyarakat asli Papua dan 9 persen pendatang. Hingga saat itu, total peserta magang yang terserap di PTFI dan kontraktornya mencapai 2.982 orang.

Jumlah tersebut menambah proporsi karyawan asli Papua sebanyak 7.529 di PTFI pada 2019. Angka ini menunjukkan 24,7 persen karyawan asli Papua bekerja di PTFI dan mitra kerjanya.

Tidak hanya itu. Untuk meningkatkan kemampuan dasar dan kedisiplinan kerja, IPN memiliki program Papuan Sustainable Human Capital. Pelatihan kepemimpinan juga diberikan kepada karyawan di tingkat supervisor.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga
Dapatkan Notifikasi ?    Ya Nanti