seputarpapua.com

Jadi Kabupaten Penyangga, Ini Rencana Besar Pembangunan di Mimika

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
TANDA TANGAN | Wakil Gubernur Provinsi Papua, Klemen Tinal saat menandatangani kesepakatan Pacejuara didampingi Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, dan Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
TANDA TANGAN | Wakil Gubernur Provinsi Papua, Klemen Tinal saat menandatangani kesepakatan Pacejuara didampingi Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, dan Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Mimika, dan Bank Indonesia Provinsi Papua telah resmi menandatangani kesepakatan mengenai pengendalian cepat menuju Papua satu harga Kabupaten Mimika, Cerdas, Aman, Damai dan Sejahtera atau disingkat dengan tagline “Pace Juara” menuju Mimika Ceria tahun 2021 – 2024.

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, Wak Bupati Mimika, Johannes Rettob, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga, pada Selasa (30/3/2021) di Hotel Grand Mozza, Timika,Papua dalam acara High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kesepakatan Pace Juara Menuju Mimika Ceria dan Pengukuhan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah.

Dalam acara tersebut Kepala BI Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga membacakan Poin – poin terkait dengan kesepakatan bersama tersebut.

Adapun poin – poin secara garis besar dalam kesepakatan tersebut antara lain terkait keterjangkauan harga yakni menetapkan trayek T19 rute Merauke, Sorong, Sorido, Depapre agar dapat melalui pelabuhan pomako serta mengoptimalkan pengelolaan gerai maritim yang sudah ada di Pomako sebagai pusat grosir dalam rangka mengendalikan harga sebagai kabupaten penyangga bagi 9 kabupaten lainnya, Asmat, Nduga, Yahukimo, Puncak, Deiyai, Dogiai, Paniai, Intan Jaya, dan Pegunungan Bintang .

Hal hal yang harus diselesaikan antara lain adalah Memangkas waktu keterlambatan pasokan ke Kabupaten Mimika, mempercepat proses bongkar muat barang di pelabuhan pomako, meningkatkan kapasitas pelabuhan melalui panjang pelabuhan, gudang atau kontener dan penambahan Side Loader, percepatan penyelesaian status kawasan hutan lindung di daerah Pomako.

Penambahan jalur trayek tol laut baru untuk mempersingkat waktu tempuh dari Tanjung Perak, Surabaya ke Poumako, Timika, Papua.

Pembangunan gudang baru atau koperasi retil di daerah – daerah bandara perintis.

Juga menyusun peraturan Bupati tentang acuan harga di setiap distrik di Kabupaten Mimika untuk jenis barang kebutuhan pokok dan barang penting (Bapokting) yaitu beras, telur, cabe merah, cabe rawit, bawang merah, barang putih, minyak goreng, ikan dan kepiting, daging ayam, sayur, daging babi, pakan ternak, gula, benih, pupuk, kayu, dan semen.

Berita Terkait
Baca Juga