Jadi Polemik, Dari Mana Ide Label ‘Teroris OPM’ Berawal?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Ilustrasi

TIMIKA | Pelabelan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai organisasi teroris serta orang-orang di Papua yang melakukan kekerasan massif dalam Daftar Terduga Teroris dan Organisasi Teroris (DTTOT) menuai polemik.

Penolakan antaralain datang dari Amnesty International. Organisasi pembela hak asasi manusia terkemuka ini menyebut, pelabelan OPM sebagai organisasi teroris menjauhkan Pemerintah Indonesia dari kemampuan untuk mengatasi akar permasalahan dari konflik di Papua.

Amnesty berpendapat, ini langkah yang keliru oleh pemerintah Indonesia. Selama ini orang Papua sudah marah distigma sebagai separatis, sekarang mereka dilabeli sebagai teroris. Jika UU Terorisme betul diterapkan, makin banyak orang Papua yang ditangkap tanpa didasarkan bukti-bukti.

“Aparat keamanan dapat menangkap dan menahan siapa saja di bawah UU Terorisme tanpa mematuhi kaidah hukum acara yang benar (due process of law). Proses hukum dengan tuduhan ini dapat menjadi lebih keras dibanding pasal-pasal makar,” demikian Amnesty.

Gubernur Papua Lukas Enembe dalam pernyataan resminya bahkan turut meminta pemerintah pusat agar meninjau dengan seksama dan memastikan obyektivitas Negara dalam pemberian status teroris terhadap KKB atau OPM dan afiliasinya.

Enembe tak menyangkal jika segala tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai bagian dari KKB adalah perbuatan yang meresahkan, melanggar hukum, serta menciderai prinsip-prinsip dasar HAM.

“Kami berpendapat bahwa pengkajian tersebut harus bersifat komprehensif dengan memperhatikan dampak sosial, dampak ekonomi dan dampak hukum terhadap warga Papua secara umum,” katanya.

Ide Label ‘Teroris OPM’

Sekitar sepekan lalu, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid diundang oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk menghadiri pertemuan yang membahas mengenai rencana pemerintah untuk menetapkan OPM sebagai organisasi teroris dan memasukkan mereka di DTOTT.

Editor: Aditra
Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Keluarga Harap Jansen Tinal Gantikan Dua Jabatan yang Ditinggal Klemen Tinal
Keluarga Harap Jansen Tinal Gantikan Dua Jabatan yang Ditinggal Klemen Tinal
Klemen Tinal dalam Kenangan
Klemen Tinal dalam Kenangan
Baca Juga