Jalan Mayon Mulai Diperlebar Telan Anggaran Rp200 Miliar Lebih

Jalan Mayon yang telah diperlebar. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Jalan Mayon yang telah diperlebar. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Jalan Nabire (Mayon) kerap menjadi keluhan pengguna jalan karena banyaknya kubangan akibat truck berkapasitas besar yang lalu lalang mengangkut material galian C dari Kali Iwaka.

Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika mulai melakukan peningkatan jalan Mayon tersebut.

Pemerintah menganggarkan Rp215.416.200.000,00 yang dikerjakan dengan proyek multiyears selama tiga tahun yakni 2021-2024.

Proyek yang dikerjakan oleh Kontraktor PT. Karya Mandiri Permai dan Konsultan Pengawas adalah PT. Esa Pratama Cipta Celebes ini mulai dikontrak sejak 18 Agustus 2022 dan akan berakhir pada 6 Agustus 2024.

Saat ini proses peningkatan jalan Mayon tersebut dalam tahap pembongkaran dan penimbunan jalan yang tadinya sempit kini diperlebar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Robert Mayaut menjelaskan, jalan tersebut akan dibuat mirip dengan jalan Cenderawasih sehingga diperlebar.

“Lebarnya untuk sisi kiri 8 meter dan sisi kanan 8 meter, kemudian untuk median jalannya sekitar 1,5 meter,” kata Robert, Jumat (7/10/2022).

Dijelaskan nantinya ukuran mulai dari lebar dan tinggi median jalan pun sama dengan Jalan Cenderawasih.

“Tapi nanti kita beton dulu, semua karena arus lalu lintasnya berat angkat material. Kalau pakai aspal saja, perkerasan fleksibel dengan lalu lintas yang berat nanti potensi jalan rusak itu besar, sehingga beton dulu baru permukaannya kita lapis tambah dengan aspal,” ungkapnya.

Selain jalan, nantinya jembatan di kali Mayon juga akan diperlebar.

“Jembatannya mayon nanti rencananya dikasih lebar nanti penyesuaiannya dilihat. Kita lihat dengan uang yang tersedia kita juga kasih pindah tiang-tiang listrik. Tiang listrik juga belum masuk di RAB karena itu nanti setelah pelaksanaan baru kita lakukan kemudian,” kata Robert.

Karena proses pelebaran jalan tersebut, ada beberapa kios-kios pinggir jalan yang terkena dampak.

“Lahan masyarakat ada kena, ada yang minta untuk ganti warung-warungnya. Jadi kita lihat kalau bongkar nanti diganti,” pungkasnya.

Tanggapi Berita ini
reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.