seputarpapua.com

Jalan Trans Nabire Jadi Jalur Distribusi Logistik untuk KKB Pimpinan Joni Botak

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
ANGGOTA KKB | Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata yang didampingi Komandan Satuan TNI saat bertanya pada Ter Jangkup. (Foto : Muji/Seputar Papua)
ANGGOTA KKB | Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata yang didampingi Komandan Satuan TNI saat bertanya pada Ter Jangkup. (Foto : Muji/Seputar Papua)

TIMIKA | Jalan Trans Nabire yang dibangun oleh pemerintah pusat guna mempermudah akses masyarakat dari Timika ke Nabire dan sebaliknya, ternyata dijadikan jalur pendistribusian logistik ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Joni Botak.

Jalur pendistribusian logistik ini terungkap setelah ditangkapnya Ter Jangkup, anggota KKB pimpinan Joni Botak, pada 13 Maret 2021 lalu saat hendak menyuplai logistik melalui Jalan Trans Nabire.

“Memang itu (Jalan Trans Nabire) jalur pasokan bama dan logistik,” kata Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata saat jumpa pers, Rabu (17/3/2021).

Kata dia, tertangkapnya Ter Jangkup merupakan hasil kerja sama pihak kepolisian dan masyarakat sehingga dengan cepat dan tepat mengamankan pelaku.

“Semua pergerakan kita deteksi, yang tujuannya sebagai antisipasi pasokan logistik ke KKB, baik itu bahan makanan, terlebih lagi amunisi,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan di lapangan, diketahui saat itu, tim mencurigai satu unit mobil dengan nomor polisi PA 1629 MM melaju kencang dari Timika ke arah PT PAL. Polisi lantas menghentikan mobil tersebut di sekitar jembatan Nugure dan mendapati empat orang dari dalam mobil.

Satu dari empat orang tersebut langsung diamankan. Sedangkan tiga orang yang lain dilepas karena tidak memenuhi unsur pidana.

“Ter Jangkup diketahui merupakan pelaku penembakan mobil PJJ Brimob dan Bus milik PT Freeport di Utikini Distrik Tembagapura yang terjadi tanggal 8 Maret 2020,” kata Era.

Berita Terkait
Baca Juga