Jangan Pandang Enteng, Kaum Muda Juga Bisa Terinfeksi Virus Corona

Ilustrasi
Ilustrasi

Ia dianggap sebagai korban meninggal termuda di Inggris sejauh ini. Allin-Khan mengatakan, ia telah merawat pasien yang sebelumnya sehat dan bugar berusia 30-an dan 40-an, tetapi kini mereka dalam perawatan intensif dan tengah berjuang untuk hidup.

Pada konferensi pers di Albany, Minggu (29/3), Gubernur New York Andrew Cuomo memperingatkan orang-orang muda karena tidak menganggap serius krisis ini. Di seluruh negara bagian, orang yang berusia antara 18 hingga 49 tahun mewakili 53 persen dari 15.169 kasus positif virus corona di New York. Ia juga mengatakan bahwa kaum muda bisa terinfeksi. Mereka juga bisa jatuh sakit, orang muda mungkin tidak akan mati, tetapi mereka bisa menularkannya ke seseorang yang mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi. Orang muda bisa menjadi silent carrier dan menularkannya bahkan secara tidak sengaja.

Kaum Muda Bisa Jadi Silent Carrier

Achmad Yurianto sebagai juru bicara penanganan COVID-19 menyatakan, tak hanya kelompok usia lanjut maupun mereka yang memiliki penyakit penyerta saja yang berpotensi terjangkit. Kaum muda dengan imunitas yang bagus pun juga rawan tertular, meski gejalanya sangat minim.

Ia juga menambahkan, data yang dimiliki dan data secara global, memang pada kelompok usia muda memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik, namun harus dipastikan bahwa bukan berarti kelompok muda ini kebal, mereka bisa terkena dan tanpa gejala. Orang yang tanpa gejala (silent carrier) yang menjadi salah satu faktor penyebaran virus corona semakin cepat. Pasalnya yang bersangkutan tidak menyadari telah terjangkit COVID-19 dan tidak melakukan physical distancing.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics dengan mengamati lebih dari 2.100 anak yang terinfeksi COVID-19 di Tiongkok, melaporkan bahwa sebanyak 90 persen anak-anak memiliki infeksi tanpa gejala, ringan, atau sedang. Hanya 5,9 persen saja yang memiliki kasus parah atau kritis, dibandingkan dengan orang dewasa yang mencapai 20 persen.

Sementara itu, data dari Italia yang dipublikasi di laman JAMA Network, menunjukkan bahwa dari 22.500 infeksi COVID-19 pertama di sana, hanya 1,2 persen kasus terjadi pada anak-anak berusia 18 tahun ke bawah, dan sekitar seperempat dilaporkan pada orang berusia 19 hingga 50 tahun.

2 of 3

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar