Jaringan Listrik dan Air Asrama Mimika Diputus, Pemda Langsung Ambil Langkah

Asrama mahasiswa Mimika di Waena-Jayapura. (Foto: Ist for Seputarpapua)
Asrama mahasiswa Mimika di Waena-Jayapura. (Foto: Ist for Seputarpapua)

TIMIKA | Mahasiswa Kabupaten Mimika berkuliah di Jayapura mengeluh terkait jaringan listrik dan air di asrama yang terletak di Waena dan Padang Bulan, Jayapura diputus oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) karena menunggak pembayaran.

Dua asrama tersebut dihuni oleh 160 mahasiswa putra dan putri.

Menyikapi keluhan mahasiswa, Pemda Mimika langsung ambil langkah cepat.

Mahasiswa Asrama Mimika yang juga senior Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Mimika (IPMM) Kota Study Jayapura, Marinus Dimbau mengatakan, Pemda Mimika langsung merepom setelah pihaknya memasukan surat permohonan permintaan bantuan.

“Kemarin Sekda (Michael R Gomar) bantu uang Rp15 juta baru kita ada pasang kembali listrik, namun itu mungkin bukan dana operasional secara menyeluruh, itu hanya untuk menyelesaikan tunggakan air dan lampu,” kata Marinus kepada Seputarpapua.com melalui sambungan WhatsApp, Selasa (22/3/2022).

Sebelumnya, total tunggakan
listrik dan air kata dia senilai Rp13.124.851 dengan rincian, Listrik Asrama Putra Waena sebesar Rp5.000.000, listrik Asrama Putri Waena Rp1.586.848, Air PDAM Asrama Putri Waena Rp5.472.750, dan Listrik Asrama Mimika Padang Bulan senilai Rp1.065.617.

Marinus mengatakan, dengan bantuan yang sudah diberikan oleh Sekda pihaknya berterimakasih namun, ia berharap pemda perlu memikirkan untuk kebutuhan operasional asrama selanjutnya.

“Kami berharap operasional asrama seperti tahun 2011-2018 kita masih dapat 50 juta per asrama jadi tiga asrama itu 150 juta, cuma pas tahun 2019-2020 itu mulai turun dananya cuma Rp80 sampai 70 juta jadi kami harap Pemda bisa bantu agar operasional asrama bisa lancar,” katanya.

Selain itu ia juga mengatakan pihaknya berharap tahun ini mahasiswa bisa mendapatkan beasiswa sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Dua tahun belakangan kami tidak terima sehingga kami harap bisa ada solusi,” pungkasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob mengatakan pihaknya sudah menerima surat permohonan permintaan bantuan dari pihak mahasiswa kepada Pemda.

“Sudah kita terima saya juga minggu depan akan lihat kondisi di sana. Kami sudah tau masalahnya, kami mau cari inti persoalan utama yang mau kami selesaikan,” kata Wabup, Selasa (22/3/2022).

reporter : Kristin Rejang
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.