JDP: Kenaikan Yesus Kristus Jadi Momentum Gereja Dorong Dialog Damai di Papua

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Yan Christian Warinussy bersama Sekretaris Bidang Politik Kedubes USA Meredith Champlin di Jakarta. (Ist/Seputarpapua)
Yan Christian Warinussy bersama Sekretaris Bidang Politik Kedubes USA Meredith Champlin di Jakarta. (Foto: Ist/Seputarpapua)

TIMIKA | Umat kristiani seluruh dunia termasuk di Papua dan Papua Barat memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus (ke surga) lewat ibadah Kamis Kudus, pada Kamis (13/5/2021).

Badan Pekerja Am Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua mengusung tema: “Kristus memberi kuasa menjadi saksi-Nya” dan sub tema: “Kenaikan Yesus ke Surga menjadi tanda perjanjian, gereja menerima kuasa kesaksian dalam rangka pembebasan, pendamaian dan pembangunan”.

Deputi Koordinator Jaringan Damai Papua (JDP) di Provinsi Papua Barat, Yan Christian Warinussy, menilai sub tema tersebut jadi catatan penting untuk mulai mendorong keterlibatan para pemimpin gereja di Papua.

“Termasuk GKI di Tanah Papua untuk mendorong memulai proses awal dialog. Dialog damai yang melibatkan semua pemangku kepentingan di Tanah Papua menjadi syarat penting,” katanya kepada Seputarpapua.com, Kamis.

Aktivis HAM peraih penghargaan ‘John Humphrey Freedom’ itu mengatakan, dialog dapat dimulai dengan keterlibatan para pemimpin gereja dan pemuka agama melalui jeda kemanusiaan (humanitarian pause).

Menurutnya, jeda kemanusiaan mendesak di tengah kekerasan bersenjata berlanjut antara TNI/Polri dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang juga disebut kelompok kriminal bersenjata oleh Polri atau kelompok separatis bersenjata oleh TNI.

“Pemimpin gereja dan umat beragama dapat mendesak dialog dimulai dengan ‘humanitarian pause’ kelompok-kelompok atau pemangku kepentingan yang terus terlibat kekerasan bersenjata di Tanah Papua,” jelas Warinussy.

Masalah kemanusiaan di Papua kembali menjadi sorotan serius pasca penembakan Pdt. Yeremia Zanambani di Hitadipa – Intan Jaya pada September 2020, disusul penembakan guru di Beoga – Puncak pada April 2021 lalu, serta serangkaian kekerasan lainnya.

Editor: Batt
Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
59 Tim Adu Kuat di Turnamen Bola Voli Kapolres Cup
59 Tim Adu Kuat di Turnamen Bola Voli Kapolres Cup
Wisata Alam Baru di Timika, Ayo dicek!!!!
Wisata Alam Baru di Timika, Ayo dicek!!!!
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Baca Juga