seputarpapua.com

Jelang Ramadhan, Pasokan Telur di Mimika Aman

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
ILUSTRASI | Produksi telur ayam di Peternakan Carztens Jalan Hasannudin Timika, Papua Sabtu (6/3/2021). (Foto: Yonri/ Seputarpapua)
ILUSTRASI | Produksi telur ayam di Peternakan Carztens Jalan Hasannudin Timika, Papua Sabtu (6/3/2021). (Foto: Yonri/ Seputarpapua)

TIMIKA | Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Mimika, Provinsi Papua, Yosefine Sampelino menjelaskan, pihaknya terus bekerjasama dengan peternak ayam petelur untuk memastikan ketersediaan pasokan produk pangan asal hewan menghadapi hari-hari besar.

Katanya, hal itu merupakan program rutin Dinas Peternakan menjelaskan hari-hari besar keagamaan mulai Paskah, Idul Fitri, Idul Adha hingga Natal.

“Memang kita sudah programkan semua kebutuhan pangan asal hewan pada saat itu pasti terpenuhi,” kata Yosefine di Timika, Kamis (25/3/2021).

Saat ini produksi telur di Timika sudah mengalami surplus bahkan mencapai rata-rata 11 ton per hari.

Jumlah ini yang membuat telur harus dijual ke luar Timika mulai Asmat, Wamena, Tolikara dan Nduga.

“Peternak kan mereka mau supaya telurnya laku, kalau di dalam laku pasti dia jualnya di dalam saja, tetapi karena berlebih maka harus di pasok ke luar lagi,” ungkap Yosefine.

Sementara menjelang Paskah dan Ramadhan ini pihaknya sudah memastikan pasokan terpenuhi di Timika baru kemudian dikirim keluar.

“Jadi kalau ada natal, paskah, lebaran kita sudah antisipasi supaya produksi telur kita itu utamakan di dalam dulu, kalau sudah terpenuhi baru dikirim keluar lagi. Kalau misalnya nanti PON kita tidak boleh lalukan pengiriman ke luar,” jelasnya.

Untuk pengiriman keluar Timika kata Yosefine disesuaikan dengan permintaan, biasanya satu sampai dua kali pengiriman dalam seminggu.

Apalagi saat ini terbantu dengan adanya transportasi Cargo yang membuat pengiriman lancar.

“Satu kali pengiriman paling sekitar 5 sampai 10 ton kirim keluar. Yang paling banyak pengirimannya ke Wamena. Agats, Tolikara, Nduga juga tergantung ada transportasi,” ujarnya.  

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Batt
Berita Terkait
Baca Juga