Jelang Vonis Buchtar Tabuni Cs, Dandim Mimika: Ada Indikasi Rencana Aksi Berskala Kecil

Letkol INF Pio L. Nainggolan
Letkol INF Pio L. Nainggolan

TIMIKA | Buchtar Tabuni Cs, Rabu (17/6) besok akan mendengarkan vonis atas kasus makar oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dandim 1710 Mimika, Letkol Inf Pio L Nainggolan mengindikasi adanya rencana aksi yang berskala kecil.

“Kami baru saja menghadiri undangan Kapolres Mimika guna mensikapi hal ini,” kata Dandim saat ditemui di Pusat Pelayanan Polres Mimika, Selasa (16/6).

Kata dia, dari perkembangan situasi yang ada, memang ada beberapa indikasi adanya rencana aksi. Namun kalau dilihat dari eskalasinya cukup kecil.

Walaupun demikian, pihaknya dalam hal ini aparat keamanan tidak mengabaikan begitu saja. Tetapi melakukan upaya untuk melakukan antisipasi.

“Skala indikasinya memang kecil, tapi kami tidak abaikan. Karena kalau diabaikan hal-hal yang kecil, akan bisa jadi besar. Sehingga perlu diantisipasi,” kata Dandim.

Kata Dandim, adanya indikasi aksi ini, tentunya dilakukan atas nama solidaritas. Namun demikian, harus ada ijin dari aparat keamanan, dalam hal ini Polres Mimika.

Apalagi saat ini semua berada di tengah pandemi Covid-19, sehingga masyarakat dihimbau tidak melakukan aksi kumpul massa.

“Ini masih pandemic Covid-19, maka kami lebih mengimbau kepada masyarakat, agar tidak melaksanakan aksi berkumpul. Karena ini demi kesehatan dan keselamatan kita bersama,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam rangka antisipasi ini, pihaknya sudah rapatkan langkah-langkah yang diambil, misalnya melaksanakan sweeping minuman keras, senjata tajam (sajam), ke beberapa titik, seperti SP 1, irigasi, belakang Benglap dan lainnya.

TNI akan terus mendukung Polres dan Pemda Mimika, dalam penanganan situasi dan kondisi yang ada. Serta menyiagakan personel untuk mengantisipasi meningkatnya eskalasi yang ada.

“Kami juga melakukan penyekatan penyekatan. Dan ini seiring dengan pembatasan dalam rangka menanggulangi Covid-19,” tuturnya.

Perlu diketahui, tujuh orang yang akan divonis di PN Balikpapan, yakni Buchtar Tabuni, Agus Kossay, Steven Itlay, Alexander Itlay, Ferry Gombo, Irwanus Uropmabin, dan Hengky Hilapok.

Pada tahapan tuntutan di persidangan tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut ketujuhnya dengan pidana penjara selama 5 – 17 tahun.

Jaksa menilai terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Pasal 106 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 KUHP. Pasal makar tersebut mengancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun.

Reporter: Mujiono
Editor: Aditra

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar