Jual Pinang Hingga Kangkung, Dua Anak Mama Nanda Bergelar Sarjana

Mama Nanda Howay sedang berada di pondok pinangnya. (Foto: Maria Baru-SP/suarapapua)
Mama Nanda Howay sedang berada di pondok pinangnya. (Foto: Maria Baru-SP/suarapapua)

SORONG | Mama Nanda Howay, perempuan Papua pekerja keras yang telah berjualan pinang selama 23 tahun di pinggiran jalan Kota Sorong, Papua Barat.

Siang itu, Jurnalis suarapapua.com (jaringan seputarpapua.com), menemui mama Nanda di pinggir jalan tempatnya berjualan, ketika hujan tengah mengguyur Kota Sorong.

Kini, mama Nanda sudah berusia 50 tahun. Dia memiliki lima orang anak. Ia bilang, meskipun usianya sudah berkepala lima, tetapi tidak bisa melepaskan aktivitas berjualan pinang.

“Saya sudah 23 tahun menjual pinang di sini,” kata mama Nanda.

Di usia menjelang senja, semangat mama Nanda berjualan pinang tak pernah surut. Hasil jualan pinangnya ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di rumah.

Lebih lanjut bercerita, setelah bangun pagi, dia bikin sarapan untuk keluarga. Setelah itu, Ia harus ke pasar untuk beli pinang, sirih dan kapur untuk dijual di pondok pinangnya yang berada di depan toko Elin, samping lampu merah gereja Maranata, Kota Sorong.

Mama Nanda berjualan pinang sejak tahun 1997. Saat itu dia menjual sayur kangkung dan jagung bakar setiap sore di tepi jalan. Di tempat jualannya yang dulu, kini menjadi tempat untuk turun dan naiknya penumpang mobil. Tepatnya di Malanu.

“Mama ini salah satu penjual pinang paling lama di sini. Kami ada tiga perempuan. Mama satu di depan toko Thio. Saya dan mama Mina di pinggir jalan sini. Kalo mama-mama yang lain, mereka penjual baru di sini,” ungkap mama Nanda.

Tanggapi Berita ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.