Jubir Covid-19 Mimika: Dengan 2 Kasus Positif dan 13 PDP, Mohon Tetap di Rumah

Reynold Ubra (Foto: Sevianto/SP)
Reynold Ubra (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mimika mengumumkan kasus perdana, dimana dua orang terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona baru atau Covid-19.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Mimika Reynold Ubra mengatakan, ini merupakan kasus impor dimana kedua pasien terinfeksi setelah bepergian ke wilayah terjangkit Covid-19.

“Mereka penduduk Mimika yang bepergian ke wilayah terjangkit dan kembali mengalami gejala. Setelah diperiksa sampelnya, mereka positif Covid-19,” kata Reynold di Timika, Minggu (29/3).

Adapun 2 kasus positif merupakan hasil pemeriksaan laboratorium dari 4 sampel yang dikirim ke Balitbang Kemenkes RI. Satu sampel dinyatakan negatif dan satu masih dalam proses pemeriksaan.

“Jadi masih ada 1 kasus PDP yang kami masih sementara menunggu hasil pemeriksaannya,” jelas Reynold.

Selain dua kasus positif, hingga kini jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga bertambah menjadi 13 orang dan 7 Orang Dalam Pemantauan (ODP), serta 19 Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Status PDP, ODP, maupun OTG ini adalah kasus yang ditemukan sejak 25 Maret hingga 29 Maret 2020,” kata Reynold.

Tim gugus tugas, kata Reynold, saat ini fokus melakukan pelacakan (tracing) dan tracking contact dari pasien 01 maupun 02, baik kontak erat maupun riwayat perjalanan di Timika.

“Kami akan memantau kira-kira pada lokasi mana saja orang tersebut pernah berkunjung, sehingga tidak terjadi transmisi lokal. Saran saya, masyarakat Mimika harus tetap berada di rumah,” imbuhnya.

Dengan adanya dua pasien positif ini, jika minimal mereka melakukan kontak erat dengan masing-masing 4 anggota keluarga, maka dapat dimungkinkan cukup banyak orang lain yang berpotensi terpapar.

“Misalnya kemudian 4 anggota keluarga juga melakukan kontak dengan orang lain. Maka bisa-bisa tracing contact kita bisa mendapat antara 30-50 orang, per kasus,” katanya.

Tidak sampai disitu, juga akan digali informasi kedua pasien sejauh mana mereka pergi berkunjung ke tempat-tempat umum seperti swalayan, atau tempat berkerumun di Timika.

“Untuk itu, tetap tinggal di rumah, jangan sampai terjadi transmisi (penularan) lokal. Sekali lagi, yang kami lindungi adalah masyarakat Mimika jangan sampai terjadi transmisi lokal,” tandasnya.

Reynold mengatakan, dengan adanya 2 kasus positif ini, menunjukkan bahwa telah terjadi out break atau kejadian luar biasa di Mimika.

“Karena sebelumnya tidak ada kasus Covid-19 di Mimika. Sehingga kami tetap berharap, masyarakat Mimika harus mampu tinggal di dalam ruamah, tidak melakukn kunjungan ke tempat-tempat umum,” imbuhnya.

Pemerintah daerah, katanya, sudah melakukan upaya yang sangat maksimal, mulai dari penyemprotan disinfektan secara massal di tempat-tempat umum, hingga melakukan imbauan physical distancing di jalan-jalan.

“Dan kami akan terus melakukan upaya tersebut. Besok tim puskesmas akan melakukan penyuluhan dalam bahasa daerah, khususnya Amungme dan Kamoro, serta lima suku kekerabatan lainnya,” katanya.

Ia tetap berharap, masyarakat Mimika senantiasa menjaga jarak fisik, dan mencuci tangan pakai sabun. Jika tangan tidak dicuci, maka jangan menyentuh wajah, seperti mata hidung, dan mulut.

“Kasus ini bisa dihentikan, jika masyarakat Mimika bijaksana dengan tetap berada di dalam rumah. Berikan kami waktu untuk melakukan tracking contact,” pungkasnya.

 

Reporter: Sevianto
Editor: Batt

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar