Jubir COVID-19 Mimika: Pasien 01 Alami Gejala Setelah 14 Hari

Juru Bicara COVID-19 Mimika Reynold Ubra. (Foto: Sevianto/SP)
Juru Bicara COVID-19 Mimika Reynold Ubra. (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Mimika, Papua, terus mempelajari karakteristik setiap pasien yang terpapar virus corona baru atau COVID-19.

Tim menemukan fakta baru bahwa salah satu kasus yaitu terjadi pada pasien 01, ternyata baru mengalami gejala setelah masa normal inkubasi virus 14 hari.

“Ini memberikan gambaran bahwa masa inkubasi di Timika ini akan diperpanjang. Bukan 14 hari setiap kasus, tetapi menjadi 28 hari,” kata Juru Bicara COVID-19 Mimika, Reynold Ubra, Rabu (1/4).

Perpanjangan masa inkubasi menjadi 28 hari yang juga berkaitan dengan masa waktu karantina, sejalan dengan kebijakan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization).

“Doubling time ini akan diberlakukan. Karena kami mempelajari dari kasus 01 yang sudah melewati masa inkubasi dan baru muncul gejala,” kata Reynold.

Kondisi yang sama terjadi pada sejumlah pasien di Provinsi Henan, Tiongkok. Masa waktu inkubasi selama 14 hari menjadi diragukan setelah beberapa pasien baru bergejala bahkan pada hari ke-20.

Perbedaan masa inkubasi, dimana ketika virus masuk ke tubuh dan menginfeksi hingga menimbulkan gejala, salah satunya dapat dipengaruhi imunitas setiap orang.

“Ini memberikan gambaran bahwa memang masing-masing individu memiliki karakteristik imunitas yang berbeda. Ini ditemukan pada pasien positif di Timika,” jelas Reynold.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar