Jubir Freeport Beberkan Alasan Tidak Bangun Pabrik Smelter di Papua

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Vice President Corpcom PT Freeport Indonesia Riza Pratama. (Foto: Muji/Seputarpapua)
Vice President Corpcom PT Freeport Indonesia Riza Pratama. (Foto: Muji/Seputarpapua)

TIMIKA | Vice President Corporate Communications (Corpcom) yang juga Juru Bicara PT Freeport Indonesia (PTFI) Riza Pratama, membeberkan alasan dari perusahan pertambangan itu tidak membangun pabrik Smelter di wilayah Papua.

Kata Riza, sejak Kontrak Karya (KK) pertama, PTFI diharuskan membangun pabrik Smelter di Indonesia.

Pada tahun 1996 PTFI kemudian membangun smelter di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dan mulai beroperasi pada tahun 1998 dengan kapasitas 1 juta ton konsentrat per tahun.

“Kapasitas 1 juta ton konsentrat per tahun itu masih kurang. Karena produksi kita sampai mencapai 3 juta ton per tahun. Sehingga 2 juta tonnya di eksport,” kata Riza pada saat diskusi bersama pimpinan media di Timika, Senin (5/4/2021).

Selanjutnya, pada Kontrak Karya kedua, PTFI kembali membangun pabrik Smelter masih di wilayah Gresik, untuk menutupi kekurangan 2 ton tersebut.

Namun pandemi Covid-19, sehingga menurut Riza pembangunan pabrik tersebut belum bisa dilanjutkan, dikarenakan kontraktor dari berbagai negara seperti Jepang, Finlandia, dan Australia tidak bisa datang ke Indonesia.

“Dari itu, kami berkoordinasi dengan pemerintah untuk menunda satu tahun penyelesaian pembangunan Pabrik Smelter yang kedua di Gresik. Dimana, seharusnya pembangunan itu diselesaikan akhir 2020 kemarin, tapi karena pandemi belum bisa dilakukan,” ujar Riza.

Selama proses pembangunan Pabrik Smelter berjalan di Gresik, kata Riza, di Hamahera, Provinsi Maluku Utara ada perusahaan Tsinghan Steel, dari Cina yang sedang dibangun dan membutuhkan asam sulfat dalam jumlah besar untuk mengurai biji Nikel.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga
Dapatkan Notifikasi ?    Ya Nanti