Kabupaten Mimika Menolak Masuk Wilayah Adat Meepago

Foto bersama usai Rapat Koordinasi Pembentukan Provinsi Papua Tengah. (Foto: Yonri/SP)
Foto bersama usai Rapat Koordinasi Pembentukan Provinsi Papua Tengah. (Foto: Yonri/SP)

TIMIKA | Pemda Mimika bersama para tokoh masyarakat dan tokoh adat sepakat Kabupaten Mimika keluar dari wilayah adat Meepago.

Hal tersebut disepakati secara bersama dalam Rapat Koordinasi Pembentukan Provinsi Papua Tengah di Hotel 66 Timika, Papua, Selasa (26/01/1992).

Wakil Ketua I Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko), Marianus Maknaipeku menegaskan bahwa sejak lama lembaganya tidak menyetujui penyebutan Kamoro ke dalam Wilayah Adat Meepago.

“Lembaga adat kami ini tidak senang disebut Meepago. Papua itu mau dimekarkan seribu provinsi pun wilayah adat tidak bisa diganggu,” tegas Marianus dalam rapat.

Hal senada juga disampaikan kubu Lembaga Masyarakat Adat Suku Amungme (Lemasa). Kubu Lemasa menilai, pemasukan Kabupaten Mimika ke dalam wilayah adat Meepago membuat perwakilan politik dari Mimika tidak diakomodir di MRP dan DPRP Papua.

Oleh karenanya, peserta rapat menyetujui Kabupaten Mimika masuk dalam wilayah adat Bomberai.

IKLAN-TENGAH-berita

“Hal-hal kecil MRP DPRP, 14 kursi itu semua pakai atas nama Meepago,” tambah Bupati Mimika, Eltinus Omaleng.

Karena masuk di Meepago, kata Eltinus, Mimika harus bersaing dengan Paniai, Puncak dan sekitarnya dalam berebut kursi legislatif di Provinsi.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar