Kabupaten Puncak Perketat Jalur Masuk Cegah Penyebaran Covid-19

RAPAT- Bupati Puncak Willem Wandik, saat memimpin rapat dengan Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Puncak di ruang kerja Kantor Bupati Puncak, Ilaga. Foto: Diskominfo Puncak.
RAPAT | Bupati Puncak Willem Wandik, saat memimpin rapat dengan Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Puncak di ruang kerja Kantor Bupati Puncak, Ilaga. (Foto: Diskominfo Puncak)

ILAGA | Meyikapi jumlah kasus positif Covid-19 yang terus meningkat di beberapa daerah di Provinsi Papua seperti Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Timika, maka Pemerintah Kabupaten Puncak akan memperketat jalur masuk barang dan orang melalui darat dan udara.

Hal ini untuk untuk mencegah penyebaran virus corona, sekaligus menjaga daerah ini sebagai zona hijau penyebaran Covid-19.

Bupati Puncak Willem Wandik mengatakan, sejak diberlakukannya new normal pada bulan Agustus hingga September ini, banyak warga yang masuk ke Ilaga tanpa mematuhi protokol kesehatan.

Hal ini membuat dirinya prihatin dan perlu melakukan langkah-langkah tegas untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Puncak.

“Surat keterangan rapid test yang dulunya 7-14 hari masa berlaku, kita akan perpendek lagi menjadi 3 hari saja, kalau lebih dari tiga hari, maka warga tersebut wajib melakukan rapid test ulang atau tes swab lagi,” katanya usai memimpin rapat dengan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Puncak di ruang kerja Bupati, Rabu (23/9) siang.

Untuk melaksanakan instruksi tersebut, maka petugas akan disiagakan di Bandara Aminggaru Ilaga, Timika, Beoga, dan Sinak sehingga bagi warga yang hendak naik mapun turun wajib menunjukan surat hasil test yang terbaru, jika tidak ada surat rapid test maka akan diminta kembali.

IKLAN-TENGAH-berita

“Kita akan sosialiasikan secara massal, langkah-langkah ketat kepada masyarakat, sehingga masyarakat tidak kaget ketika kita ambil keputusan ini,” ujarnya.

Kata Bupati, langkah ini dilakukan olehnya, karena merasa prihatin dengan kondisi di Ilaga, dimana sarana-prasarana tidak memadai, SDM, ketika ada warga yang terkena Covid-19, maka penyebarannya akan sangat cepat karena kondisi budaya adat istiadat daerah setempat.

“Di Jakarta, dan kota-kota besar saja, yang alat dan SDM lengkap, ada dokter, professor dan warga banyak meninggal karena Covid-19, apalagi kami di Ilaga yang serba terbatas, sehingga mau tidak mau, kita perlu lakukan langkah-langkah pencegahan sebelum terlambat,” tegasnya.

 

Reporter: Fnd
Editor: Aditra

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar