Kadinkes Mimika Bicara Kebutuhan dan Rasionalisasi Tenaga Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

TIMIKA | Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, menyebut evaluasi keberadaan pegawai beserta kinerjanya setiap triwulan menjadi salah satu fokus pembenahan di tahun 2022.

Reynold Ubra mengatakan, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Mimika tenaga kesehatan berjumlah 855 orang. Ia pun mengaku mendukung jika jumlah tenaga kesehatan tersebut masih harus dikurangi.

“Saya dari dulu mendukung kalau tenaga harus dikurangi. Namun kita juga lihat yang pertama adalah pelayanan kesehatan ini,” kata Reynold di Timika, Senin (17/1/2022).

Menurut Reynold, jika dilihat dari tahun sebelumnya, dirinya memberikan apresiasi kepada Kepala Puskesmas di wilayah pegunungan dan pesisir.

“Meskipun ada satu dua, tapi jauh lebih berkelanjutan pelayanannya dibandingkan tiga empat tahun sebelumnya. Itu salah satu dampak,” kata dia.

Karenanya, penempatan tenaga kesehatan dengan tiga wilayah berbeda yakni pantai, pegunungan dan kota membutuhkan treatment yang berbeda dilihat dari jumlah penduduknya dan juga transportasinya.

Ada pun tenaga kesehatan tersebar di kantor dinas, Public Safety Center (PSC) 199. Sementara pelayanan harus terus dikembangkan ketika masyarakat sudah dijamin oleh pemerintah.

Untuk itu, lanjut dia, pelayanan kesehatan harus lebih dekat dan syarat-syarat peserta jaminan kesehatan yakni pemenuhan hak pasien itu menjadi penting dan merupakan tugas Dinkes mau pun RSUD.

“Jadi kita taruhlah rata-rata kalau satu Puskesmas minimal ada 35 tenaga kesehatan karena kita bicara standar pelayanan minimal tenaga di Puskesmas, Kalikan 26 puskesmas (di Mimika) dan 4 klinik. Itu hitung hitungan paling kasar,” sebut Reynold.

Ia sepakat bahwa rasionalisasi tenaga dalam rangka efisiensi usai situasi Covid-19 yang terjadi secara global dan betul-betul telah membuat ekonomi porak poranda.

“Dan kami khusus untuk puskesmas, kebutuhan tenaga itu disusun dan dilaporkan secara online di BPKSDM Kemenkes,” ujarnya.

Reynold menyebut ada tiga pendekatan jumlah tenaga kesehatan. Tidak bisa melihat jumlah tenaga kesehatan seperti tenaga lainnya, seperti contoh pendidikan yang dilihat perbandingan berapa guru terhadap siswa, terhadap kelas, juga angka partisipasi kelas.

“Kalau di kesehatan kami menggunakan tiga pendekatan. Pendekatan pertama adalah dokter, dia harus ada di tengah-tengah 7.000 peserta BPJS, dan diantara satu dokter sekurang-kurangnya dia dibantu oleh 8 perawat kesehatan, dan 7-8 tenaga bidang. Jadi rasionya terhadap kepesertaan,” kata dia.

Berikutnya adalah rasio terhadap jumlah penduduk. Rasio ketiga adalah terhadap letak geografis, contohnya satu Puskesmas harus ada di antara 30 ribu penduduk, tapi jika dilihat geografisnya yang menantang harus ada strategi lain.

“Tahun ini ada puskesmas yang sudah kita buka misalnya Kwamki Narama, ada beberapa layanan yang harus kita development atau kembangkan untuk menjadi layanan rawat inap. Ketika rawat inap, tentu membutuhkan tenaga,” katanya.

Ia memberikan apresiasi kepada Pemda Mimika yang menjamin masyarakat sebagai peserta jaminan kesehatan melalui dana APBD.

“Ketika peserta sudah dijamin, syarat sebagai peserta jaminan harus dipenuhi,” lanjut dia.

Selama tahun 2020-2021, Reynold mengakui memang tenaga kesehatan banyak yang dipakai karena situasi Covid-19 dan pelayanan saat PON.

Sampai saat ini, ia pun mau melihat dan memverifikasi data berdasarkan analisa beban kerja di setiap Puskesmas, serta melakukan rasionalisasi tenaga dengan sangat baik.

“Saya pikir SK terkait dengan tenaga honorer, kami patuh untuk itu, dan siapa yang tidak ada dalam SK dia tidak bisa kerja, tidak boleh terima haknya. Kami tetap patuh terhadap aturan, terhadap surat keputusan yang harus kami verifikasi sepertinya ada duplikasi data, kami akan lakukan evaluasi apakah di dalam tenaga yang ditetapkan masih aktif atau diangkat sebagai pegawai,” pungkasnya.

reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.