Kadinkes Mimika: Informasi Tentang Vaksin Bisa Mematikan itu Hoax

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

TIMIKA | Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Papua, Reynold Ubra menegaskan bahwa informasi yang beredar tentang vaksin bisa mematikan adalah hoax.

“Saya sudah lihat beritanya. Kalau kita lihat itu sebenarnya perang bisnis antar pabrik-pabrik vaksin antar ilmuan atau ahli yang pernah bekerja di situ dan kemudian diberhentikan,” jelas Reynold saat diwawancara, Jumat (4/6/2021).

Reynold menjelaskan, vaksin sinovac yang digunakan pemerintah Indonesia dan juga Pemkab Mimika tidak ada hubungan dengan angka 666 serta cip yang saat ini beredar luas di masyarakat.

Vaksin buatan China ini juga, kata dia, tidak ada hubungan dengan vaksin pfizer, vaksin Johnson and Johnson yang kini tengah viral.

“Vaksin sinovac yang kami pakai adalah vaksin asli atau virus asli yang mati kemudian disuntik kembali,” tegasnya.

Ia memastikan, sebelum digunakan, pemerintah telah melakukan uji coba beberapa kali hingga dinyatakan layak dipakai. Dan itu dilakukan hanya untuk satu jenis vaksin yang sampai saat ini digunakan.

Lebih lanjut, Reynold menjelaskan, yang paling penting harus diketahui dan diingat ialah pola penyakit orang di Amerika atau di Eropa berbeda dengan di Indonesia.

“Pola hidup orang di Eropa dan Amerika beda dengan pola hidup kita di sini,” katanya.

Oleh sebab itu, penyakit yang diderita orang disana cenderung adalah penyakit degeneratif seperti hipertensi, kanker, diabetes hingga jantung.

Bukan penyakit seperti di Indonesia atau di Mimika seperti malaria, batuk pilek hingga TBC.

“Kita di sini terancam dengan penyakit tropis. Kalau mereka di sana lebih ke arah lifestyle karena mereka masuk ke negara yang makmur,” ungkapnya.

reporter : Anya Fatma

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.