Kadinkes Mimika: Obat Malaria Sebenarnya Masih Tersedia, Tapi Terbatas

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

TIMIKA | Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold Ubra mengatakan, hingga kini stok obat malaria atau Obat Dehidro Artemisinin Piperaquine (DHP) Frimal masih terbatas.

Reynold mengakui, per 17 Agustus 2022, stok obat malaria tersisa 2.610 tablet atau 200 kotak.

Stok obat malaria tersebut sisa dari 68 tablet yang baru didatangkan pada pekan lalu.

“Sebenarnya masih tersedia, namun sangat terbatas. Jumlah yang tersedia (2.610) adalah stok di kabupaten,” kata Reynold ketika menanggapi konfirmasi dari Seputarpapua.com melalui pesan WhatsApp, Kamis (18/8/2022).

Reynold menerangkan, jika dibandingkan dengan kebutuhan kasus perhari, stok obat masih sangat terbatas.

“Dibandingkan dengan kebutuhan kasus per hari, maka masih sangat terbatas, sebab rata-rata kebutuhan per hari adalah antara 900 per hari hingga 1.800 tablet per hari,” jelasnya.

Untuk itu, saat ini pihaknya telah mengajukan permintaan ke Dinas Kesehatan Provinsi Papua sebanyak 4.500 tablet.

“Saat ini kami telah mengajukan permintaan ke Dinas Kesehatan Provinsi Papua sebanyak 4.500 atau 500 kotak supaya bisa mencukupi,” pungkasnya.

 

reporter : Kristin Rejang
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.