00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

Kadis Perhubungan Pastikan Tidak Ada Penerbangan Reguler dari Papua

Kepala Dinas Pehubungan Provinsi Papua, Reky Douglas Ambrauw. (Foto: Fnd/SP)
Kepala Dinas Pehubungan Provinsi Papua, Reky Douglas Ambrauw. (Foto: Fnd/SP)

JAYAPURA | Kepala Dinas Pehubungan Provinsi Papua, Reky Douglas Ambrauw memastikan bahwa seluruh Bandara di Papua tidak melayani penerbangan penumpang mulai Kamis (26/3) pagi.

Pembatasan penerbangan penumpang ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona baru atau Covid-19 di Papua selama dua minggu ke depan.

“Sesuai keputusan bersama pada tanggal 24 Maret lalu, maka mulai hari ini seluruh penerbangan penumpang dibatasi untuk masuk dan keluar Papua. Dan kita lihat hari ini sejumlah Bandara di Papua mulai menerapkan itu,” katanya kepada wartawan di Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (23/3) siang.

“Jadi seluruh pesawat penumpang dari dan keluar Papua mulai hari ini dibatasi selama 14 hari kedepan. Ini untuk mencegah penyebaran virus corona di Provinsi Papua,” ucapnya.

iklan_lokal_dalam_berita

Sementara untuk penerbangan cargo, Reky mengatakan akan tetap beroperasi untuk mensuplai kebutuhan pokok bagi masyarakat.

“Untuk penerbangan cargo tetap beroperasi seperti biasa untuk membawa kebutuhan pokok, obat-obatan yang dibutuhkan untuk pencegahan virus corona atau covid-19 ini,” terangnya.

Reky menambahkan, selain penerbangan penumpang, pihaknya juga memastikan bahwa mulai hari ini kapal Pelni dilarang masuk ke pelabuhan Jayapura.

“Saya mau tegaskan bahwa transportasi udara dan laut yang membawa penumpang dibatasi, ini sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan oleh pemerintah Provinsi Papua. Kalau ada kapal yang masuk maka akan dipulangkan,” tegasnya.

 

Reporter: Fnd
Editor: Aditra

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar