Kadis Perpustakaan Sebut Minat Baca Masyarakat Mimika Masih Kurang

BUKU | Pengunjung saat memilih buku di Perpustakaan Daerah. (Foto: Anya Fatma/SP)
BUKU | Pengunjung saat memilih buku di Perpustakaan Daerah. (Foto: Anya Fatma/SP)

TIMIKA | Membaca buku sangat penting bagi setiap orang karena bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan.

Namun tidak semua orang memiliki minat baca yang tinggi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika Jacob Toisuta mengungkapkan bahwa minat baca masyarakat di Timika saat ini memang masih kurang.

Sejak masa Pandemi Covid-19 dan Pemkab Mimika menetapkan pembatasan-pembatasan, Perpustakaan Daerah yang beralamat di Jalan Hasanudin juga ditutup.

Namun, setelah pandemi berlalu dan Pemerintah menetapkan status new normal, Perpustakaan kembali dibuka dan sudah ada yang mulai berdatangan ke Perpustakaan namun tidak sebanyak masa sebelum Pandemi Covid-19.

“Tidak terlalu banyak karena penyebabnya situasi Covid yang membuat sedikit kurangi pengunjung,” katanya saat diwawancara di kantornya, Selasa (28/7)

Ia mengakui, sebelum masa Pandemi, memang minat baca masyarakat secara umum di Timika masih kurang.

“Sebelum corona itu minat baca kurang, ada beberapa saja dari orang-orang tua. Ada satu orang tua yang selalu datang,” katanya.

 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Jacob Toisuta. (Foto: Anya Fatma/SP)

 

Menurutnya, untuk menggalakkan minat baca memang harus dilakukan sejak dini.

“Memang menggalakkan minat baca ini kita harus lebih konsen ke anak SD, karena disitulah pondasi awal minat baca itu dari anak usia dini,” tutur Jacob.

Lebih lanjut, kata dia, jika sudah memasuki sekolah lanjutan tingkat SMP dan SMA, minat baca tergantung atau kembali ke karakter masing-masing anak.

“Kalau dari awal sudah hobi minat baca maka sampai kapanpun akan terbawa. Tapi kita mau menumbuhkan minat baca ini kita harus dari SD,” lanjutnya.

Namun, saat ini, pihaknya belum bisa melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah seperti biasanya karena semua sekolah masih memberlakukan belajar dari rumah.

“Kita harap dua atau tiga bulan kedepan sudah lebih bagus dan sekolah sudah bertatap muka itu lebih bagus lagi,” tutupnya.

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Misba Latuapo

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar