Kadisparbud Asmat Serahkan 14 Mesin dan Perahu Kepada Kelompok Seninam

BANTUAN - Bantuan yang akan diserahkan ke kelompok seniman. (Foto: Humas Asmat)
BANTUAN | Bantuan yang akan diserahkan ke kelompok seniman. (Foto: Humas Asmat)

ASMAT | Kepala Dinas Parawisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, Simon Junumpit menyerahkan 14 mesin 15 PK dan perahu kepada kelompok seniman.

Bantuan ini diperuntukan kepada kelompok sanggar ukir dan kelompok anyaman.

Penyerahan bantuan ini berlangsung di Dermaga Pos TNI Angkatan Laut di Kota Agats, Jumat (3/4).

“Bantuan ini melalui dana hibah Otonomi Khusus (Otsus) 2019,” kata Simon.

Adapun bantuan ini diberikan kepada kelompok seniman di dua distrik, yakni Distrik Agats dan Unirsirau.

“Kampung yang dapat mesin dan longboat wilayah Distrik Unirsirau, yakni Kampung Warer dan Air. Sementara Distrik Agats diantaranya, Kampung Suru, Aswet dan Agats,” ujar Simon.

Simon pun mengimbau kepada kelompok seniman yang telah diberikan bantuan agar dimanfaatkan untuk kebutuhan sanggar.

Seperti mendistribusikan bahan ukiran dan anyaman dari hutan ke kampung.

“Untuk bahan ukiran seperti serat akar kayu dan anyaman yaitu daun sagu muda,” tutur Simon.

Selain itu menurut Simon, bantuan ini bisa digunakan untuk memperlancar aktivitas kelompok seniman saat menghadiri kegiatan pesta budaya yang dilaksankan setahun sekali atau kegiatan lainya.

“Bantun mesin dan speadboat ini juga untuk memperlancar aktivitas kelompok ukir dan anyaman saat membawa hasil ukiran dan anyaman ke Agats ibu kota Kabupaten Asmat,” tutur Simon.

Bantuan sosial yang telah diberikan pemerintah kepada kelompok seniman sebagai bentuk mendorong kreativitas masyarakat di Asmat.

Sebab, kabupaten dengan julukan kota di atas lumpur ini dikenal luas dengan seni budayanya. Khususnya kreativitas mengukir dan menganyam.

“Olehnya itu pemerintah setempat terus mendorong masyarakat melalui bantuan bersifat barang, maupun dilaksankan peningkatan SDM yakni pelatihan ukir, anyaman, lokakarya dan lain sebagainya,” tutur Simon.

Simon selaku anak negeri Asmat ini mengajak kepada masyarakat setempat untuk terus melestarikan seni budaya Asmat.

“Seni di Asmat jangan pernah redup, harus mampu menjaga demi generasi berikutnya,” kata Simon.

 

Reporter: Fagi
Reporter: Aditra

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar