Kandinkes Mimika: Tantangan Penanganan Covid-19, Meyakinkan Masyarakat untuk Vaksin

Ilustrasi (Foto: Dok SP)
Ilustrasi ( Foto: Sevianto/Seputarpapua)

TIMIKA | Kondisi Covid-19 di Mimika sangat terkendali. Dari 2000 kasus, saat ini tersisa 140 kasus.m aktif.

Dari 140 kasus tersebut hanya 4 orang yang dirawat di rumah sakit RSUD dan Tembagapura. Rata-rata bergejala sedang dan menjalankan isolasi mandiri.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra mengakui saat ini yang menjadi tantangan besar adalah meyakinkan masyarakat bahwa dengan menerima imunisasi C19, semua pihak sama-sama terlindungi.

“Dan kalau kita lihat sejak tahun lalu sampai hari ini vaksinasi itu efektif memberikan perlindungan yang utuh kepada masyarakat. Banyak orang terpapar dengan omicron tetapi hari atau minggu itu bisa lebih dari 50 persen orang yang terpapar omicron itu dinyatakan sembuh,” kata Reynold ketika di wawancarai di Hotel Horison Ultima, Rabu (16/3/2022).

Di Mimika, saat ini yang menerima vaksin dua dosis lebih dari 70 persen hal ini berarti kekebalan kelompok sudah ada.

“Sekarang yang menjadi tantangan adalah ada masyarakat terutama dua kelompok lansia dan anak usai 6-11 tahun yang baru memulai dosisi pertama lansia dosis pertama dan kedua belum mencapai 30 persen artinya bahwa 70 persen masih beresiko dan rentan untuk terpapar dan apalagi kalau terpapar tingkat keparahannya itu sebenarnya mengkhawatirkan bagi kelompok yang belum menerima vaksinasi dua dosis minimal 70 persen,” kata Reynold.

Ia juga berharap agar anak-anak yang usianya kurang dari enam tahun (belum bisa menerima vaksin C19) dan lansia harus tetap menjaga prokes kemudian jika mengalami tanda gejala jangan takut datang ke faskes.

“Jika pergi ke tempat umum seperti pasar dan mall mending prokes dan wajib didampingi anak-anak wajib didampingi karena sudah terbukti ternyata dari 16 kasus kematian tahun ini dari Februari itu kebanyakan karena belum divaksin,” kata Reynold.

Kemudian untuk anak-anak usia 6-11 tahun ketika menerima vaksinasi kemudian mengalami Kejadian Pasca Imunisasi (KIPI) m, jika panas biasa bisa diambil tindakan memberikan obat penurun panas dan kompres.

“Kalau sampai ada keparahan, di belakang kartu vaksin itu ada nomor kontak dokter yang bisa dihubungi jika terjadi KIPI. Paling gampang juga bisa kontak 119 itu TSC bisa membantu juga karena dokter-dokter bisa dihubungi secara online. Bahkan ambulance sudah pasti bisa layani 24 jam dan itu gratis,” pungkasnya.

reporter : Kristin Rejang
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.