Kapal Pelni dan ASDP Belum Diizinkan Masuk Asmat Angkut Penumpang

RAPAT | Bupati Asmat Elisa Kambu memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19. (Foto: Fagi/SP)
RAPAT | Bupati Asmat Elisa Kambu memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19. (Foto: Fagi/SP)

ASMAT | Pemerintah Kabupaten Asmat, Papua, belum mengizinkan kapal PT Pelni dan Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) masuk membawa penumpang ke Asmat.

Keputusan ini diputuskan dalam rapat Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Asmat, Senin (7/9).

Dalam rapat yang dipimpim Bupati Asmat Elisa Kambu menyebutkan, bahwa hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 dari kabupaten tetangga.

Mengingat hingga kini dari 29 kabupaten kota di Provinsi Papua, Kabupaten Asmat masih dalam zona hijau penyebaran Covid-19.

“Kita sepakat kapal yang datang di Asmat hanya untuk kapal sembako. Walaupun kapal ASDP diizinkan, hanya bermuatan sembako tanpa penumpang,” kata Elisa yang juga ketua Tim Covid-19.

Selain itu, kepada masyarakat yang hendak melakukan perjalanan keluar dari Asmat, Tim Covid-19 sementara tidak melayani pengurusan administrasi kesehatan, seperti rapid test, surat jalan dan lain sebagainya.

IKLAN-TENGAH-berita

Semua ini mulai diberlakukan pada Senin 7 September 2020 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Menurut Elisa, kepengurusan administrasi kesehatan Covid-19 akan kembali dibuka jikalau angka orang terpapar Covid-19 di kabupaten tetangga kembali turun.

“Sementara kabupaten tetangga lain terkena Covid-19 semakin banyak, maka itu kita harus kembali waspada. Administrasi kesehatan Covid-19 secara umum ditutup, kecuali akan diberikan untuk tugas-tugas yang emergency,” kata Elisa.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar