Kapolda: Pilkada di 11 Kabupaten di Papua Rawan Konflik

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw (Foto: Dok Humas Polda)
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw (Foto: Dok Humas Polda)

JAYAPURA | Kepala Polda Papua, Inspektur Jenderal PolisiPaulus Waterpauw, mengakui Pilkada yang akan dilaksanakan di 11 kabupaten di provinsi itu rawan konflik.

“Hampir semua daerah yang akan melaksanakan Pilkada masuk kategori rawan konflik, namun tingkat kerawanannya sedang dipetakan. Dari berbagai pengalaman dalam penanganan keamanan selama Pilkada memang sering kali menimbulkan kerawanan akibat para pihak berupaya dengan segala cara untuk menjadi pemenang,” kata dia,di Jayapura, Kamis (25/6).

Ia mengakui, untuk meminimalisasi tingkat keamanan di kabupaten yang akan melakukan pilkada saat ini polisi mendekati semua elemen masyarakat agar Pilkada berlangsung aman.

Waterpauw menuturkan, walaupun diprediksi rawan, polisi berharap pelaksanaan Pilkada di 11 kabupaten di Papua berlangsung aman terkendali.

Secara terpisah Ketua KPU Papua,Theodorus Kossay, memprediksi, kabupaten yang rawan saat pelaksanaan pilkada adalah Kabupaten Mamberamo Raya.

Ia memperkirakan kerawanan di Mamberamo Raya karena ada masalah internal yang saat ini sudah melibatkan KPU.

“Sedangkan 10 daerah lain masih dilakukan koordinasi guna mengetahui permasalahan yang terjadi sejak tahapan Pilkada dilakukan kembali,” jelas Kossay.

Adapun 11 kabupaten yang akan menggelar Pilkada pada 9 Desember mendatang yaitu Kabupaten Supiori, Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Boven Digul, Kabupaten Pegunungan Bintang, KabupatenYahukimo, Kabupaten Yalimo, Kabupaten Merauke, Kabupaten Waropen, Kabupaten Keerom, Kabupaten Asmat, dan Kabupaten Nabire.

 

Sumber : Antara
Editor : Batt

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar