Kapolda Ultimatum Warga yang Sebut TNI/Polri ‘Rebutan Periuk Nasi’ di Freeport

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kapolda Papua, Pangdam XVII Cenderawasih dan Kabinda Papua merilis barang bukti dan aksi kejahatan KKB di wilayah Mimika, Kamis (16/4). (Foto: Sevianto/SP)
Kapolda Papua, Pangdam XVII Cenderawasih dan Kabinda Papua merilis barang bukti dan aksi kejahatan KKB di wilayah Mimika, Kamis (16/4). (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengultimatum pelaku ujaran kebencian dan berita bohong dengan menuding aparat keamanan TNI/Polri ‘rebutan periuk nasi’ di area PT. Freeport Indonesia.

Kapolda mengatakan, tudingan itu antara lain terkait aksi penyerangan kantor Freeport Kuala Kencana yang menewaskan seorang pekerja asing, yang disebut adalah rekayasa TNI/Polri.

“Penembakan pada 30 Maret lalu, mereka mengatakan bahwa itu rebutan periuk nasi antar satuan TNI/Polri yang ada di sini (Timika),” katanya dalam konferensi pers di Timika, Kamis (16/4).

Ia memberikan waktu 3×24 jam kepada para pelaku penyebar fitnah tersebut agar segera meralat tudingannnya dan meminta maaf secara terbuka kepada TNI/Polri.

“Bila tidak, kami akan proses hukum. Setelah konferensi pers ini, 3×24 jam para pihak yang mengatakan kekerasan dibuat oleh TNI/Polri, saya minta dengan hormat agar segera mengklarifikasi,” tegasnya.

Waterpauw tak main-main akan menyeret para pelaku yang mencemarkan nama baik institusi TNI/Polri ke dalam penjara. Apalagi, tidak sulit untuk mengungkap identitas mereka yang aktif di media sosial.

“Sekali lagi bila tidak (mengklarifikasi), kami akan proses hukum. Siapa pun dia. Karena sudah sangat subyektif menuding, seakan-akan perbuatan ini dilakukan oleh kami di sini,” sesalnya.

Menurut Kapolda, sungguh tidak manusiawi para oknum tega menuduh aparat seperti itu di tengah upaya penegakan hukum terhadap KKB, dan tidak sedikit aparat gugur dalam menjalankan tugas ini.

“Kita sekarang sedang menegakkan hukum untuk betul-betul mengamankan seluruh warga masyarakat, karyawan PT. Freeport Indonesia, maupun pemerintah daerah,” katanya.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Keluarga Harap Jansen Tinal Gantikan Dua Jabatan yang Ditinggal Klemen Tinal
Keluarga Harap Jansen Tinal Gantikan Dua Jabatan yang Ditinggal Klemen Tinal
Klemen Tinal dalam Kenangan
Klemen Tinal dalam Kenangan
Baca Juga