seputarpapua.com

Kapolres Mimika: Jaga Keharmonisan yang Sudah Terjalin

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
ARAHAN | Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata foto bersama tokoh muslim dalam kegiatan Peningkatan Kompetensi Pemberdayaan Masjid di Horison Ultima, Rabu (31/3/2021). (Foto: Yonri/Seputarpapua)
ARAHAN | Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata foto bersama tokoh muslim dalam kegiatan Peningkatan Kompetensi Pemberdayaan Masjid di Horison Ultima, Rabu (31/3/2021). (Foto: Yonri/Seputarpapua)

TIMIKA | Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata mengimbau umat muslim untuk terus menjadi penyejuk di antara umat beragama di Kabupaten Mimika, Papua.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Peningkatan Kompetensi Pemberdayaan Masjid yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama di Horison Ultima, Rabu (31/3/2021).

“Umat muslim yang saya percayai adalah umat penyejuk. Agama Islam bukan agama radikalisme, karena di semua agama itu ada kelompok radikalnya,” tegas Era.

Era mengimbau umat muslim yang hadir terus menjaga semangat keharmonisan beragama dan tidak terpengaruh dengan peristiwa yang beberapa waktu lalu terjadi di Makassar.

“Saya harap kasus bom yang terjadi di Makassar kemarin itu tidak mengendorkan semangat kita yang sudah ada sejak lama dalam menjaga keharmonisan di Timika ini,” ujarnya.

Era menekankan pentingnya mendahulukan rasa cinta kasih dalam bertindak dan berkomunikasi sehingga umat muslim di Mimika dapat menjadi contoh baik bagi sesamanya.

“Jangan sampai mengeluarkan kata-kata kita yang dapat menyakiti orang lain, kita harus menjadi penyejuk antar sesama. Ibarat kata, lebih baik kita jadi korban daripada saudara-saudara kita di Mimika ini jadi korban. Bagi saya, lebih baik saya Kapolres berkorban, daripada saudara-saudara yang menjadi korban,” tekan Era.

Era mengakui, bahwa peran kepolisian dalam menjaga Kamtibmas tidak akan berhasil bila tidak diidukung oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak para umat untuk bersama-sama terlibat menjaga keamanan melalui pendirian Pos Peka di komplek rumah masing-masing.

“Jumlah personil polisi kita ini sedikit kalau mau menjangkau seluruh wilayah Kota Timika ini. Oleh karenanya kita dirikan Pos Peka. Puji Tuhan, selama saya menjabat tidak pernah terjadi konflik antar suku di sini,” ujarnya.

Berita Terkait
Baca Juga