seputarpapua.com

Kapolres Mimika Larang Penjualan Petasan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata
Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata

TIMIKA | Kepala Kepolisian Resol Mimika, Papua AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, mengingatkan masyarakat setempat tidak menjual atau bermain petasan.

Hal ini merujuk pada undang – undang Bunga Api 1932 (L.N 1932 No.143, terakhir diubah dengan L.N 1933 No.9) tentang ketentuan-ketentuan tentang Impor, Pembuatan, Menyediakan, Memasang demikian pula perdagangan Bunga Api di Indonesia.

Lalu, UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perkapolri) Nomor 2 Tahun 2008 tentang Pengawasan, Pengendalian, dan Pengamanan Bahan Peledak Komersial.

“Masyarakat harus tau mana yang boleh mana yang tidak, kalau petasan itu dilarang. Ada aturannya yaitu aturan terkait dengan undang – undang bunga api,” jelas Kapolres, Selasa (8/12)

Dijelaskan, hingga saat ini belum ada pihak-pihak yang ajukan ijin terkait perdagangan bunga api.

“Mungkin karena pandemi Covid nanti kita akan lakukan upaya upaya untuk mengecek siapa saja yang jual bunga api,” katanya.

Sementara untuk petasan tidak diperbolehkan karena menimbulkan bunyi, tidak memiliki ijin produknya, sementara yang bisa diperbolehkan adalah yang berjenis bunga api karena bunga api hanya menimbulkan percikan dan bunyi namun masih dalam batas sesuai aturan.

“Yang membuat produk pun harus mengikuti aturan yang berlaku, misalnya perusahaan – perusahaan yang memang mendistribusi dan diberikan ijin untuk mendistribusikan bunga api dan yang jual pasti rata – rata mempunyai ijin tapi nanti kita cek, sampai sekarang belum ada yang minta ijin,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres juga menjelaskan situasi Mimika hingga saat ini berangsur kondusif.

“Saat ini, dalam perayaan ibadah sebagian sudah sadar protokol covid. Harapan kami pada bulan Desember ini, betul – betul masyarakat bisa melaksanakan ibadah Natal dan bisa menikmati perayaan Natal,” pungkasnya.

 

Reporter: Kristin Rejang
Editor: Batt
Berita Terkait
Baca Juga