seputarpapua.com

KAPP Mimika Pertanyakan Mekanisme Lelang Proyek di Tengah Pandemi Covid-19

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Pemkab Mimika Diminta Berikan Ruang untuk Pengusaha Papua
Ketua KAPP Mimika, Vincent Oniyoma. (Foto: Ist)

TIMIKA | Ketua Badan Pengurus Daerah Kamar Adat Pengusaha Papua (BPD KAPP) Mimika, Provinsi Papua, Vincent Oniyoma menilai pemerintah setempat tidak transparan dalam proses lelang proyek dimasa Pandemi Covid-19.

Vincent mengatakan, sejak masa Pandemi Covid-19, pemerintah telah membuat kebijakan kerja dari rumah bagi pegawai negeri mulai dari pusat hingga ke daerah. Hal ini menurut dia sebagai tali yang mengikat para pengusaha Papua.

Dijelaskan, berdasarkan data pada BPD KAPP Mimika, sebagian besar pengusaha Papua di Mimika ialah kontraktor dimana 5 persen diantaranya merupakan sub kontraktor pada PT Freeport Indonesia dan hampir 95 persen ialah kontraktor yang bergantung pada kegiatan Pemerintah Kabupaten Mimika,

Menurutnya, dengan diberlakukannya kerja dari rumah, membuat para pengusaha Papua ini mati total.

“Mati total, bahkan mimpi saja, kalau ada yang dapat itu pun hanya satu dua saja. Kenapa saya bilang mati total? Kita mau antar profil perusahaan dan penawaran kemana? Atau harus datangi rumah kepala dinas satu-satu,” katanya dalam rilis yang diterima, Senin (11/5).

Vincent mengungkapkan, diketahui belakangan beberapa OPD lancar mengadakan lelang pengadaan barang dan jasa baik fisik maupun non fisik. Hal ini katanya diketahui pada website LPSE Kabupaten Mimika.

Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, para perusahaan yang memenangkan proyek itu memasukkan profil perusahaan kemana dan melalui siapa.

“Tidak tau Perusahan itu menang dari mana? Profilnya kapan masuk ke dinas terkait? Lewat siapa? bagaiaman bisa. Di tengah pandemi saat ini, tau-tau pekerjaan jalan dan pemenang sudah ada? Apa mekanisme ini bisa? Jika bisa, setidaknya pengusaha lokal khususnya kontraktor OAP di libatkan,” jelas Vincent.

Pembatasan Sosial

Kabupaten Mimika hingga saat ini menjadi Kabupaten dengan jumlah kasus positif Covid-19 tertinggi di Provinsi Papua, hingga 11 Mei tercatat 110 orang sudah terpapar virus ini.

Berita Terkait
Baca Juga