Karantina Pertanian Merauke Awasi Produk Ekspor 5.951 Ton CPO Tujuan India

TIMIKA | Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Merauke melakukan pengawasan terhadap lalu lintas pertanian dan produk turunannya meski di tengah wabah Covid-19 yang kini memasuki adaptasi tatanan normal baru.

Karantina Pertanian Merauke pada Senin (15/6) melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap komoditas ekspor pertanian, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Pemeriksaan dilakukan terhadap sekitar 5.951 ton minyak kelapa sawit (CPO) senilai Rp 35,6 miliar yang berasal dari tiga tank penampungan milik PT. Bio Inti Agrindo yang dimuat ke dalam kapal MV. Ekspres untuk diekspor ke India.

Kepala Karantina Pertanian Merauke, Sudirman, meyakini geliat ekspor CPO dari Kabupaten Merauke akan terus meningkat melihat ketersediaan bahan baku saat ini.

“Ini tentunya peluang bagi Karantina Pertanian Merauke untuk dapat terus berkontribusi dalam mengawal akselerasi ekspor agar dapat berdaya saing,” katanya dalam rilis yang dikirim ke Redaksi Seputar Papua, Rabu (17/6).

Sesuai UU No 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (KHIT), setiap media pembawa hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan, tumbuhan dan hasil produk tumbuhan yang akan dilalulintaskan, wajib dilaporkan kepada petugas karantina untuk dilakukan pemeriksaan sebelum diterbitkan dokumen karantina.

‚ÄúDengan diberlakukannya UU 21 tahun 2019 tentang KIHT yang baru disebutkan bahwa semua media pembawa hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan, tumbuhan dan hasil produk tumbuhan wajib dilengkapi sertifikat karantina,” kata Sudirman.

Berdasarkan data otomasi Karantina Pertanian, IQFAST, tercatat sertifikasi ekspor CPO melalui Karantina Pertanian Merauke periode Januari – Mei 2020 telah dilakukan sebanyak tiga kali.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar