seputarpapua.com

“Kartini” di Tengah Industri Tambang Freeport

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
PENJELASAN | Agustina Ratnaningrum saat memberikan penjelasan kepada pimpinan PT Freeport Indonesia di wilayah Under Ground. (Foto : Ist/SP)
PENJELASAN | Agustina Ratnaningrum saat memberikan penjelasan kepada pimpinan PT Freeport Indonesia di wilayah Under Ground. (Foto: Ist/SP)

“Jangan kau katakan saya tidak dapat, tetapi katakan saya mau”.

Sepotong kutipan berusia lebih dari satu abad tersebut mengandung pesan yang teramat kuat mengenai kemauan seseorang mewujudkan kesetaraan dan persamaan hak perempuan dan laki-laki.

Kutipan tersebut diambil dari kumpulan surat Raden Adjeng Kartini kepada para sahabatnya di Eropa, yang dibukukan dalam buku berjudul ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’.

Pesan Kartini dalam kutipan tersebut begitu tegas, menentang segala bentuk pengekangan terhadap kemauan perempuan Indonesia untuk berkembang dan meningkatkan taraf hidupnya di tengah masyarakat, agar memiliki kesempatan yang sama dengan kaum laki-laki.

Semangat Kartini ini tidak pernah padam, bahkan terus berkobar diantara perempuan-perempuan Indonesia, salah satunya adalah Agustina Ratnaningrum.

Perempuan yang akrab dikenal sebagai Nina ini, satu dari sekian banyaknya perempuan yang menggeluti profesi di sektor pertambangan, bidang yang selama ini cenderung didominasi oleh laki-laki.

Nina bergabung di PT Freeport Indonesia (PTFI) pada tahun 2008 lalu. Kini Nina telah menjadi salah satu pemimpin perempuan di PTFI sebagai Underground Mine Geotech Superintendent untuk Geo-engineering Integrated Monitoring Center (GIMC).

Posisi ini membawa Nina pada tanggung jawabnya yang begitu krusial, yakni memimpin kegiatan operasional harian GIMC dan memastikan para insinyur geoteknologi dan geofisika di PTFI menjalankan aspek keselamatan dan aspek teknis pada pemantauan seismik dan tambang.

“Saya begitu bersyukur karena seluruh elemen di PTFI, termasuk manajemen dan seluruh rekan kerja saya, selalu memberi ruang dan kesempatan bagi seluruh karyawan untuk berkembang dan memimpin, tanpa memandang gender. Hadirnya perempuan di industri pertambangan justru memberi warna tersendiri, terutama di bidang-bidang pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan kecermatan,” ujar Nina.

Salah satu kesempatan berkembang yang Nina rasakan di PTFI adalah, ketika ia dikirim mewakili perusahaan mempresentasikan dua makalah ilmiahnya atas nama perusahaan di Konferensi MassMin, sebuah konferensi dunia mengenai pertambangan di Sudbudy, Kanada, pada tahun 2012.

Reporter: Mujiono
Editor: Mish
Berita Terkait
Baca Juga