seputarpapua.com

Kasus Pengeroyokan di Poumako, Ada Upaya Damai Antara Pelaku dengan Korban

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kasatreskrim Polres Mimika, AKP Hermanto. (Foto: Saldi/Seputar Papua)
Kasatreskrim Polres Mimika, AKP Hermanto. (Foto: Saldi/Seputar Papua)

TIMIKA | Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Mimika, Papua, AKP Hermanto mengatakan, pihaknya hingga kini masih memproses kasus pengeroyokan terhadap Soter, warga Poumako, Distrik Mimika Timur yang terjadi pada Minggu malam, 7 Maret 2021.

Meski saat ini kata AKP Hermanto, informasi yang diperolehnya bahwa antara keluarga dari pihak korban maupun pelaku yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka ada upaya untuk berdamai.

“Jadi, dari pihak keluarga korban, kemudian dari pihak keluarga pelaku lagi komunikasi. Katanya sudah (berdamai,red), tapi itu di internal mereka ya. Kami prosedur penyidikan kami jalan terus, karena belum ada permohonan pencabutan laporan,” kata Hermanto pada Kamis, 18 Maret 2021 di Kantor Pelayanan Polres Mimika.

Oleh karena itu, penyidik saat ini menunggu jika benar ada rencana dari pihak korban mengajukan pencabutan laporan polisi. Sebab, kata dia, prosedur tersebut harus dilalui jika dari kedua belah pihak ingin menyelesaikan masalah yang terjadi.

“Artinya, dari pihak pelaku maupun korban membuat permohonan pencabutan laporan, nanti kami memberikan saran dan masukan ke pimpinan, pimpinan disposisi-nya apa,” jelasnya.

Terkait upaya penyelesaian itu, Hermanto mengatakan pihaknya mendapat informasi itu dari pihak Jaksa. Sebab surat yang dikirimkan oleh pihak pelaku maupun korban terkait upaya penyelesaian itu, ditembusi kepada jaksa maupun penyidik.

“Jaksa juga ditembusi, sehingga jaksa memberikan informasi ke kami,” ujarnya.

Terkait kasus pengeroyokan di Poumako, penyidik telah menetapkan lima orang tersangka, masing-masingnya adalah Ar alias Ansar, Ih alias Irwansah, Ei alias Edi, As alias Anas, dan Dr alias Darul.

Korban Soter mendapat 17 kali pukulan dalam kasus pengeroyokan itu, baik yang dilakukan tersangka dengan tangan kosong, maupun benda atau alat berupa pemukul bisbol.

 

Reporter: Saldi
Editor: Aditra
Berita Terkait
Baca Juga