KBM Sistem Luring Digunakan di Asmat Selama Pandemi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar, Matheus Metemko. (Foto: Faqi/SP)
Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar, Matheus Metemko. (Foto: Faqi/SP)

ASMAT | Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Kabupaten Asmat, Papua, selama pandemi Covid-19 berbeda dengan wilayah lain.

Di Asmat, Dinas Pendidikan setempat menggunakan sistem pendidikan luar jaringan atau luring.

Hal ini dikatakan Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Asmat, Matheus Metemko, Senin (30/11).

“Aktivitas pendidikan di Asmat tidak libur, siswa siswi belajar dari rumah dengan sistim luring,” kata Matheus.

Menurut Matheus, sistem luring dilakukan dengan dua metode.
Metode pertama, guru memberikan tugas kepada siswa, dan metode kedua dilakukan sistem belajar kelompok.

Metode pertama, siswa-siswi harus ke sekolah mengambil tugas yang diberikan guru untuk dikerjakan di rumah.

Atau biasanya guru mengirim tugas kepada siswa siswi melalui via SMS maupun via grup whatsApp.

Sedangkan untuk metode belajar kelompok, guru mengatur jadwal belajar dengan sistem pembatasan siswa-siswi, dan berkumpul untuk dilakukan proses belajar mengajar baik di rumah maupun di sekolah.

“Kebijakan ini juga sesuai perintah pemerintah pusat, para siswa siswi belajar dari rumah untuk memperpendek penyebaran virus corona,” ujar Matheus.

Berita Terkait
Baca Juga