Keberagaman Menjadikan Mimika Ibaratnya Miniatur Indonesia

Foto bersama dalam kegiatan dialog kebangsaan di Hotel Horison Diana, Kamis (9/7/2022). (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Foto bersama dalam kegiatan dialog kebangsaan di Hotel Horison Diana, Kamis (9/7/2022). (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Plh. Sekda Kabupaten Mimika, Jeni Usmani mengatakan Mimika merupakan miniatur NKRI yang mana di dalamnya terdapat berbagai suku dan agama serta tingkat ekonomi yang berbeda-beda.

Menurutnya dengan keberagaman di Mimika mungkin saja terjadi gesekan, namun dengan peran serta dari semua lapisan masyarakat di Kabupaten Mimika, maka kondisi keamanan dan ketertiban dapat terjaga dengan baik sampai saat ini.

Jeni juga menyampaikan pesta demokrasi sebentar lagi akan berlangsung. Sehingga ia berharap agar masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan penuh rasa tanggung jawab dan tidak melakukan hal yang sekiranya dapat memicu perpecahan

“Pastinya pilihan kita ada yang berbeda, namun jangan sampai terjadi perpecahan,” kata Jeni Usmani dalam acara dialog kebangsaan yang bertemakan ‘Menjaga Toleransi, Merawat Kebhinekaan’ yang dilaksanakan Pengurus Nahdlatul Mimika, di Hotel Horison Diana Timika, Kamis (9/6/2022).

Ia mengatakan semua pihak berkewajiban untuk menjaga toleransi yang telah terbina dengan sangat baik di Kabupaten Mimika.

“Sekaligus kita dapat merawat kebhinekaan atau perbedaan di antara kita sebagai perekat dan membuat kehidupan bermasyarakat kita menjadi lebih indah dan berwarna selaras dengan semboyan negara kita yaitu bhinneka tunggal Ika berbeda-beda tetapi tetap satu,” pungkasnya.

Kegiatan dialog kebangsaan digelar oleh Pengurus Nahdlatul Ulama yang bertujuan meningkatkan rasa nasionalisme dan bela negara ini mengundang 100 organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang ada di Kabupaten Mimika.

Ketua PC NU Mimika, Imam Marwadi menjelaskan sebagai anak bangsa harus bisa menjujung tinggi rasa nasionalisme terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Acara ini diselenggarakan dengan niatan memupuk rasa nasionalisme. Semoga rasa nasionalisme kita semakin tinggi sehingga rasa bela negara kita kepada bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia akan semakin kuat,” ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga tali persaudaraan dan terus menumbuhkan rasa toleransi di setiap perbedaan.

“Perbedaan-perbedaan itu tidak menjadi masalah. Yang menjadi masalah adalah yang membeda-bedakan. Perbedaan itu indah, yang tidak indah itu adalah perpecahan. Maka dari itu dengan kita berasal dari perbedaan, kita bisa disatukan dalam forum pada pagi hari ini yaitu dalam rangka dialog wawasan kebangsaan,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini tidak hanya dilakukan kali ini saja. Menurutnya dialog kebangsaan adalah kegiatan yang sangat bermanfaat sehingga harus terus dilaksanakan.

reporter : Kristin Rejang
editor : Batt

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.