seputarpapua.com

Kebutuhan Darah Meningkat, Tim RSUD Mimika ‘Jemput Bola’ Lakukan Aksi Donor Darah

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
DONOR | Salah satu pegawai di Kantor Puspem Mimika saat mendonorkan darah. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
DONOR | Salah satu pegawai di Kantor Puspem Mimika saat mendonorkan darah. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika, Papua, dr. Antonius Pasulu mengatakan, kebutuhan darah di Timika khususnya di RSUD dalam beberapa minggu terakhir ini mengalami peningkatan.

Peningkatan kebutuhan darah ini diakibatkan beberapa kasus kesehatan yang ditangani di RSUD, seperti kecelakaan, ibu melahirkan, dan penyakit – penyakit kronis lainnya yang paling sering membutuhkan darah.

Selain itu, antusiasme dari pendonor terbilang menurun karena situasi pandemi Covid 19.

“Dalam beberapa minggu ini memang kebutuhan darah meningkat, sehingga kami para pegawai RSUD juga sempat adakan donor darah, tapi belum cukup,” jelas dr. Antonius kepada awak media, Jumat (30/4/2021).

Tingginya kebutuhan darah sehingga RSUD ‘jemput bola’ untuk melaksanakan kegiatan aksi donor darah di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Mimika, Jumat (30/4/2021).

Donor darah ini diikuti sejumlah pegawai ASN mapun honorer.

dr. Anton menuturkan, setelah di Kantor Puspem, pihaknya mengaku belum ada jadwal selanjutnya terkait aksi serupa.

Hanya saja dia berharap, ada komunitas, lembaga maupun instansi lainnya dan masyarakat secara umum bisa membantu mendonorkan darah.

“Karena ada beberapa kasus tidak ada pendonor. Seperti keluarganya sendiri misalnya tidak memenuhi syarat untuk jadi pendonor sehingga kita mencari bantuan agar ada ketersediaan darah di RSUD,” katanya.

Menurut dr. Anton, persyaratan dalam mendonorkan darah pada masa pandemi khusus di RSUD Mimika adalah tujuh hari setelah vaksin, tidak hamil, tidak sedang menyusui dan beberapa syarat lainnya.

“Memang peraturan terbaru dari Persatuan Ahli Penyakit Dalam Indonesia, tiga hari setelah vaksin bisa mendonor dan tidak ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), tapi kami tujuh hari setelah vaksin baru mendonor,” pungkasnya.

Reporter: Kristin Rejang
Editor: Aditra
Berita Terkait
Baca Juga