Keceriaan Pelajar Disabilitas Meriahkan HUT ke 77 RI di Mimika

Seorang siswa SLB saat mengikuti lomba makan kerupuk. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Seorang siswa SLB saat mengikuti lomba makan kerupuk. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Meski berkebutuhan khusus, namun tidak menyurutkan pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Mimika menyemarakan HUT ke 77 RI.

Berbagai lomba pun digelar pada Selasa (16/8/2022), hingga menambah suasana ceria bagi mereka.

Mereka mengenakan baju olahraga SLB berwarna merah hitam, seragam merah putih, putih biru dan putih abu-abu dengan pita merah putih diikat di kepala sehingga semakin terlihat rasa nasionalisme bagi pelajar berkebutuhan khusus baik tunanetra, tunadaksa, autis, tunarungu, maupun tunagrahita.

Siswa dari SD hingga SMA ini terlihat semangat dan antusias dalam mengikuti lomba yang digelar di Sekolah SLB.

Terlihat para guru-guru juga antusias mendampingi mereka dengan teliti dan sabar.

Kegiatan diawali dengan jalan santai. Meski dengan kekurangan yang dialami tidak mematahkan semangat mereka.

Sambil menyanyikan lagu 17 Agustus dan lagu-lagu nasional lainnya, mereka dengan semangat berjalan.

“Merdeka….. Merdeka,” sesekali teriakan itu terdengar meski dengan latah.

Jalan santai ini mengambil rute dari halaman sekolah, berputar di Sekolah KPG, dan finis di GOR Futsal untuk melanjutkan kegiatan perlombaan.

Mereka terpaksa menggunakan lingkungan GOR Futsal karena halaman maupun gedung sekolah mereka sempit, sehingga tidak mampu jika digunakan untuk mengadakan kegiatan perlombaan.

Berbagai lomba pun digelar, mulai dari makan kerupuk, mengisi pensil dalam botol, lari kelereng, balap karung, estafet karet, mengoper bola, dan lomba meniup balon.

Tak hanya para pelaja, namun guru-guru juga ikut dalam meramaikan suasana.

Para guru juga mengikuti beberapa perlombaan, yakni lomba make up guru, tolak sarung, kursi goyang, tiup balon dengan menggunakan stoking.

Kepala SLB Negeri Mimika, Sunardin mengatakan, kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai nilai Nasionalisme, dan menyemarakan HUT ke 77 RI.

“Mereka juga harus tau bahwa ada momen penting seperti ini. Sehingga perlu kami perkenalkan. Sehingga kalau mereka pulang dan sampaikan ke teman-teman mereka bahwa di sekolah kami ada momen seperti ini. Jadi bukan hanya 17 Agustus saja, tapi juga hari sumpah pemuda, hari pendidikan dan lainnya. Selalu kita laksanakan kegiatan dan memperkenalkan mereka secara tidak langsung,” katanya.

Lewat momen ini juga, kata Sunardin, pihaknya memperkenalkan bendera pusaka Indonesia, yakni merah putih.

“Jadi ini agar mereka juga kenal, oh ini bendera merah putih. Seperti tadi ada teman yang pakai pita bendera terbalik, ada teman lain yang menegur ini salah, terbalik, berarti secara tidak langsung mereka tau bahwa bendera Indonesia itu warnanya merah putih,” ungkapnya.

Saat ini, jumlah pejar SLB dari SD hingga SMA sekitar 100 orang.

“Secara pasti tahun ini yang baru masuk belum pasti karena ini batas pendaftaran masih sampai bulan Agustus. Tapi yang sudah daftar sampai hari ini termasuk siswa lama sebanyak 100. Ini ada beberapa tambahan khususnya kelas kecil, ada beberapa siswa baru kami kalau tidak salah ada sekitar 21 kita belum sinkron update ke dapodik, nanti terakhir adalah 31 Agustus,” pungkasnya.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Kristin Rejang
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.