Kehadiran Presiden RI ke Pertambangan Freeport, Tony Wenas: Tiada Kata yang dapat Diungkapkan

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas. (Foto: Saldi/Seputarpapua)
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas. (Foto: Saldi/Seputarpapua)

TIMIKA | Presiden Direktur (Presdir) PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas, mengungkapkan perasaannya atas kehadiran Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan rombongan Kabinet Indonesia Maju ke wilayah pertambangan PTFI di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Presiden Joko Widodo bersama Ibu Iriana dan rombongan, berada selama 2 hari di Tembagapura, mulai hari Rabu, 31 Agustus hingga Kamis, 1 September 2022.

Sejumlah kegiatan dihadiri Presiden, mulai dari silaturahmi bersama karyawan PT Freeport, mengunjungi tambang terbuka yang kini dalam tahap reklamasi maupun tambang bawah tanah, meninjau aktivitas operator pertambangan yang menggunakan teknologi tinggi, hingga meluncurkan teknologi 5G Underground Smart-Mining yang diterapkan dalam operasional pertambangan bawah tanah PT Freeport Indonesia dan merupakan pertama di Asia Tenggara.

Menurut Tony Wenas, kehadiran Presiden Joko Widodo ke pertambangan PT Freeport merupakan hal yang sangat dinanti dan luar biasa pentingnya bagi Freeport Indonesia. Di mana, PT Freeport Indonesia juga telah dimiliki Pemerintah dengan penguasaan saham sebesar 51,2 persen.

“Itu luar biasa. Tiada kata yang dapat diungkapkan untuk melukiskan bagaimana luar biasanya,” ujar Tony Wenas usai kegiatan peluncur teknologi 5G mining oleh Presiden di Tera Shop Complex, Mile 72, Kamis, 1 September 2022.

Hal itu juga terlihat dari antusias para karyawan PT Freeport Indonesia, privatisasi, hingga sub-kontraktor, ketika iring-iringan rombongan Presiden melintasi ruas jalan di wilayah Tembagapura dalam melakukan kunjungan kerjanya.

“Lihat, bagaimana karyawan-karyawan kita juga, semuanya senang sekali. Ini adalah momentum yang tepat sekali, di mana kita juga PT Freeport Indonesia sudah berhasil meningkatkan produksinya mencapai kapasitas normal. Di mana kita akan dapat mencapai 100 persen kapasitas produksi dari tambang bawah tanah yang terbesar didunia ini,” katanya.

Terkait teknologi 5G mining yang baru saja diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo, Tony Wenas mengatakan bahwa itu bagian dari penerapan advance digital technologi atau teknologi canggih di PT Freeport. Yangmana operasi tambang bawah tanah tentu saja sarat dengan penerapan teknologi dan hal ini menjadi payung besar bagi PT Freeport untuk operasi pertambangannya.

“Kami payung besarnya adalah advance digital technologi, yang kita terapkan di tambang bawah tanah kita, dan diantaranya ada fiber optic, WiFi, dan juga 5G sekarang,” katanya.

“Kan teknologi ini akan berkembang terus. Tadi pak Presiden juga menyampaikan jangan sampai kita terlena untuk terlambat beradaptasi sama sama teknologi. Jadi terus, apapun teknologi yang tersedia, yang baru, kita akan coba terapkan demi mencapai produksi yang sustainable, safe in production (berkelanjutan, aman dalam produksi),” pungkasnya.

PT Freeport Indonesia dalam menerapkan teknologi 5G mining ini, didukung oleh Telkom Grup dalam hal ini PT Telkomsel. Yangmana Teknologi 5G Underground Smart Mining dari Telkomsel akan mendukung otomatisasi dan kendali jarak jauh untuk meningkatkan keselamatan kerja dan produktivitas pertambangan PT Freeport.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Saldi
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.