Keluarga Korban Penembakan Oknum Polri di Wamena Palang Jalan, Tuntut Uang Rp 10 Miliar

Upaya negosiasi Polres Jayawijaya kepada keluarga korban penembakan untuk membuka palang jalan. (Foto: Ist)
Upaya negosiasi Polres Jayawijaya kepada keluarga korban penembakan untuk membuka palang jalan. (Foto: Ist)

JAYAPURA | Tak terima atas penembakan Stevanus Wilil yang diduga pelakunya adalah oknum anggota Polisi, akhirnya korban melakukan pemalangan jalan di lokasi kejadian di Jalan Trans Wamena-Kurulu, Distrik Libarek, Kabupaten Jayawijaya, Pegunungan Papua, Selasa (11/4/2023).

Akibat pemalangan itu, kendaraan tidak bisa melintas. Akhirnya Polres Jayawijaya melakukan upaya persuasif ke keluarga korban untuk membuka palang.

Upaya persuasif dipimpin Wakapolres Jayawijaya Kompol Muh. Nur Bakti. Bersama jajarannya, Wakapolres menemui pihak keluarga korban guna upaya negosiasi membuka palang dengan harapan, akses jalan utama dari Kabupaten Jayawijaya ke Kabupaten Tolikara, Mamberamo Tengah maupun Yalimo ataupun sebaliknya bisa kembali normal.

“Jadi hari ini (kemarin) kami berupaya untuk melakukan upaya persuasif dengan mereka (keluarga korban) supaya mereka mau buka jalan, tapi dari pihak keluarga tidak mau membuka palang sebelum permintaan mereka terpenuhi,” ucap Wakapolres dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/4/2023) malam.

” Permintaan keluarga nantinya akan kami sampaikan kepada pimpinan untuk bisa diambil langkah-langkah selanjutnya,”sambungnya.

Adapun permintaan pihak keluarga yang harus dipenuhi, yakni uang tunai sebesar Rp 10 miliar sebagai ganti rugi adat atas penembakan yang mengakibatkan anggota keluarganya meninggal dunia.

“Kalau permintaan mereka tidak dipenuhi, ya mereka belum bersedia untuk membuka akses jalan,” beber Wakapolres mengutip permintaan keluarga korban Stevanus Willil.

Sebagaimana diketahui Stevanus Wilil tertembak di Kampung Mulima, Jalan Trans Wamena-Kurulu, Distrik Libarek, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin (10/4/2023).

“Kejadiannya sekitar pukul 16.00 WIT. Anggota Polsek Kurulu mendapat laporan melalui HT bahwa telah terjadi penembakan di sekitar Distrik Libarek dan korbannya meninggal dunia,” ungkap Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Polisi Ignatius Benny Ady Prabowo.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lapangan, sebut Benny, korban ditembak oleh salah satu pengendara atau penumpang mobil strada berwarna merah dengan tujuan ke Kabupaten Tolikara.

Bahkan, saksi lainnya mengklaim pelaki penembakan itu diduga adalah oknum anggota Polri yang bertugas di Polres Tolikara.

“Saat ini kasusnya masih didalami untuk mengetahui siapa pelaku penembakan tersebut,” tandas Benny.

penulis : Alley

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *