Kembali Dari Intan Jaya, Ketua TGPF: Kami Sudah Mendapat Gambaran Pelaku

BERTEMU | TGPF penembakan pendeta Yeremia Zanambani saat bertemua Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/ Cenderawasih Herman Asaribab di ruang tunggu Bandara Mozes Kilangin Timika, Senin (12/10). (Foto: Ist)
BERTEMU | TGPF penembakan pendeta Yeremia Zanambani saat bertemua Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/ Cenderawasih Herman Asaribab di ruang tunggu Bandara Mozes Kilangin Timika, Senin (12/10). (Foto: Ist)

TIMIKA | Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Intan Jaya bentukan Menko Polhukam Mahfud MD telah menyelesaikan serangkaian investigasi dan memutuskan kembali ke Jakarta, Senin (12/10).

“Kami sudah menyelesaikan target secara maksimal dalam kondisi seperti ini (ada gangguan KKB). Artinya, tidak dalam kondisi normal,” kata Ketua TGPF Intan Jaya Benny J. Mamoto, Senin.

Benny J. Mamoto yang juga Ketua Kompolnas mengatakan, tim TGPF sebenarnya telah mendapat gambaran pelaku, namun informasi tersebut masih terbatas untuk kepentingan penyidikan selanjutnya.

“Gambaran itu tentunya sudah mulai kami dapatkan, namun masih terbatas untuk laporan pimpinan. Bukan untuk konsumsi publik, karena nanti bisa mengganggu proses penyidikan selanjutnya,” jelas Benny.

TGPF, lanjut Benny, antaralain telah menghadirkan para saksi untuk menggali informasi, meski mereka sulit didatangi satu persatu karena pertimbangan keamanan.

“Berbagai upaya kami lakukan, seperti menghadirkan saksi di lokasi kami. Kami tidak mendatangi mereka karena masalah keamanan,” katanya.

IKLAN-TENGAH-berita

Namun, menurut dia, semua target TGPF yang sudah ditetapkan telah tercapai. “Jika ada kekurangan, kami akan berkoordinasi dengan Danrem, Dandim, Kapolres, Dir Reskrimum untuk kelengkapan data yang mungkin masih kami perlukan,” lanjutnya.

Benny menerangkan, TGPF bertugas membuat peristiwa tersebut terang menderang. Sementara penyidikan tetap dilakukan melalui proses pro justitia sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Kalau kami teknis untuk mengumpul data dan informasi di lapangan, bagaimana cara mendekati para pihak yang menjadi saksi, supaya mereka secara nyaman dalam memberikan keterangan. Sehingga keterangan yang diberikan secara obyektif dan benar, ini yang penting,” jelasnya.

Prev1 of 3

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar