Kembang Api Harga Rp10 Juta Mulai Dibeli Warga Timika, Penjual: Berbeda dengan Tahun Sebelumnya

agen penjualan kembang api
Suasana di agen penjualan kembang api Jalan Hasanuddin, Timika, Papua Tengah, Sabtu (31/12/2022). Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua

TIMIKA | Menjelang malam pergantian tahun baru 2023,  sejumlah agen penjualan kembang api terlihat ramai pembeli.

Penjual kembang api, Hermina mengaku H-1 terlihat ramai namun tetap berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Dari pagi ini berdiri terus karena banyak yang beli, tapi masih berbeda dengan tahun-tahun lalu,” kaya Hermina kepada Seputarpapua.com di tempat agen penjualan kembang api jalan Hasanudin, Sabtu (31/12/2022).

Namun, ia tetap bersyukur karena masih ada yang membeli bahkan harga termahal Rp10 juta juga sudah mulai dibeli warga di H-1.

“Yang 10 juta sudah ada yang beli, kalau sebelum hari ini, lumayan tapi yah begitu masih berbeda,” ungkapnya.

Sementara itu salah satu pemilik agen penjual kembang api di perempatan Jalan Yos Sudarso-Hasanuddin, juga mengaku antusias masyarakat membeli kembang api masih dikatakan kurang.

“Pembeli memang kurang,  biasanya ramai sekali tapi ini belum, memang suasananya sudah berbeda dengan tahun-tahun dulu, makin ke sini malah makin sepi,” kata Maria kepada Seputarpapua.com.

Ia juga mengaku tahun ini tidak ada pesanan khusus dari instansi. Bahkan yang harga termahal Rp15 juta juga belum terjual.

Maria mengatakan tahun ini seperti biasanya ia mendatangkan berbagai jenis kembang api sebanyak 1 kontainer dari China namun masih banyak yang belum terjual. 

“Ini juga harga kembang api ada yang naik karena harga kontainer dari China memang naik, tambah lagi bahan bakar naik, kontainer ke Timika juga naik. Mungkin itu juga salah satu alasan sepi,” ujarnya.

Dijelaskan beberapa waktu ini, banyak pembeli namun mereka merupakan para pengecer.

“Pengecer di bawah saya ada 60 orang. Sepertinya minat tahun ini kurang banyak tapi minat penjualnya yang banyak yaitu pengecer,” katanya.

Maria mengaku sudah 10 tahun menggeluti penjualan kembang api di Timika dimana tahun pertama dan kedua ia menjual di jalan SP2, kemudian berlanjut tahun ke tiga hingga kini di ruko perempatan jalan Yos Sudarso-Jalan Hasanuddin.

“Dibandingkan 10 tahun dulu peminatnya ampun dah. Kita baru buka toko saja pembeli langsung datang sekarang dekat natal tahun baru baru agak ramai. Sekarang saya hanya jualan musiman kan kalau kembang api, setelah tahun baru biasanya saya kembali ke Jakarta,” ungkapnya.

Berbagai macam jenis kembang api dijual oleh para pedagang, mulai dari yang harga Rp5 ribu, 100-300 hingga belasan juta.

Tanggapi Berita ini
reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.