seputarpapua.com

Kemendes dan PDTT Genjot Digitalisasi Masuk Desa, Khususnya Daerah 3 T

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Abdul Halim Iskandar
Abdul Halim Iskandar

JAKARTA | Digitalisasi Desa menjadi salah satu program prioritas yang bakal dilaksanakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tahun 2021 mendatang.

Salah satu program Digitalisasi Desa adalah Internet untuk Desa. Program ini bakal digenjot realisasinya oleh Kemendes PDTT, dengan menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

“Salah satu program prioritas tahun 2021 adalah Digitalisasi Desa yang otomatis Internet Desa,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Rabu (4/11/2020).

Gus Menteri, sapaan akrabnya, mengatakan hingga saat ini ada sekitar 13 ribu desa yang belum mempunyai akses internet. Hal ini yang bakal digenjot Kemendes dan PDTT, agar bisa merasakan akses internet meski dilakukan secara bertahap.

Tahun 2021 mendatang, kata Gus Menteri, bakal ada sekitar 6.000 desa bakal miliki akses internet.

“Daerah yang difokuskan adalah Daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (3T),” kata Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini mengatakan, Kemenkominfo menjadi ‘leading sector’ soal digitalisasi ini, dan Kemendes PDTT nantinya akan support dengan Dana Desa percepatannya.

Setelah proses yang panjang dan telah memasuki pada level desa untuk menarik akses internet masuk desa, maka Dana Desa bisa digunakan untuk itu.

“Tapi syaratnya harus di fasilitas umum misalnya di Balai Desa,” katanya.

Kemendes PDTT tengah melakukan kerjasama dengan PT Telekomunikasi Indonesia, untuk membuat beberapa desa percontohan ‘smart village’.

Rencananya, uji coba ‘smart village’ ini akan dilakukan di beberapa daerah, seperti Kabupaten Karanganyar, Lumajang, Pangandaran, dan Yogyakarta.

Digitalisasi Desa juga bakal membantu desa untuk bisa pasarkan produknya secara digital melalui e-commerce yang memang telah digandeng oleh Kemendes PDTT sebelumnya.

Pasalnya, Pandemi Covid-19 menuntut agar produk desa dipasarkan secara online.

 

Reporter: Mujiono
Editor: Aditra
Berita Terkait
Baca Juga