seputarpapua.com

Kemenhub Bantu Papua Bus Ramah Disabilitas untuk Atlet Peparnas

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Ketua NPC Papua H. Jaya Kusuma. (Foto: Vidi)
Ketua NPC Papua H. Jaya Kusuma. (Foto: Vidi)

JAYAPURA | Ketua National Paralympic Committee (NPC) Provinsi Papua, H. Jaya Kusuma meminta harus adanya dukungan transportasi bus ramah disabilitas untuk atlet dari seluruh Indonesia yang akan berlaga pada Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XVI Papua.

“Kita minta transportasi bus yang mendukung kursi roda dan pelayanannya itu harus ada,” kata Jaya Kusuma, di Jayapura, Senin (18/1/2021).

Selain itu, kata Jaya, untuk cabang olahraga Judo belum tau arenanya nanti dimana, karena di GOR GIDI akan mengganggu Judo tunanetra karena bising lalu lintas pesawat.

“Ada usulan dipindahkan ke GOR Waringin cuma belum tau bagaimana kesiapan GOR tersebut, tapi secara keseluruhan semua venue sudah bagus berdasarkan hasil kunjungan TD,” ujar Jaya.

Menurut Jaya, Bulan Maret atlet Papua akan kembali melakukan pemusatan latihan diberbagai daerah di Indonesia.

Dia juga meminta adanya bantuan dan hibah untuk atlet.

“Atlet masih latihan mandiri di rumah masing-masing karena libur natal tahun baru, dan di Bulan Maret sudah kembali TC lagi, itu untuk maksimalkan anggaran dan juga diharapkan ada bantuan hibah kepada NPC Papua karena ada sebanyak 250 atlet sudah siap, bila perlu ada merekrut atlet lagi untuk bisa mendapatkan medali di Peparnas,” jelas Jaya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Papua Reky Ambrauw mengungkapkan telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, dan siap membantu mengirimkan bus ramah disabilitas.

Apalagi menurutnya, dinasnya telah melakukan studi banding ke Jakarta untuk melihat bus yang digunakan pada saat Asian Games berstandar ramah disabilitas.

“Kami sudah rapat dengan kementerian tentang 200 bus yang baru ke Papua, dan dari kementerian siap membantu sewa bus untuk difabel, jadi tinggal tunggu saja akan dikirim untuk PON, juga untuk bus difabel. Termasuk angkasapura diminta bisa menyiapkan toilet standar difabel,” pungkas Reky.

 

Reporter: Vidi
Editor: Aditra
Berita Terkait
Baca Juga