seputarpapua.com

Kementrian ESDM Dilibatkan Investigasi Kebakaran Kapal Environmental Freeport

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
ANGKAT | Kapal Alam Papua milik Environmental PT Freeport Indonesia yang terbakar diangkat dari perairan menggunakan crane. (Foto: Ist/SP)
ANGKAT | Kapal Alam Papua milik Environmental PT Freeport Indonesia yang terbakar diangkat dari perairan menggunakan crane. (Foto: Ist/SP)

TIMIKA | Insiden terbakarnya Kapal Alam Papua milik Departemen Environmental PT Freeport Indonesia akan diinvestigasi oleh beberapa pihak, selain penyidik Polres Mimika, ada juga tim investigasi dari Security Risk Management (SRM) Freeport dan Mine Inspector Kementerian ESDM di Jakarta.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Mimika, AKP Hermanto mengatakan, pihaknya telah melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP). Diperoleh informasi bahwa terjadi kebocoran pada tanki penampung bahan bakar di bagian belakang kapal.

“Kita cek di kapal, kapal itu kan baru, ada memang kelihatan di tanki belakang, tanki penampungan, itu ada (yang) pecah,” terang AKP Hermanto di Timika, Papua, Kamis (3/12).

Selain itu, penyidik Polres juga menemukan adanya 2 unit pompa pada kapal, yakni pompa manual dan otomatis. Kedua pompa itu memiliki fungsi untuk proses sirkulasi air yang masuk ke dalam kapal untuk dibuang keluar.

“Itu (Pompa,red) sementara masih kita dalami, nanti kita minta keterangan dari korban,” ujarnya.

Bahkan, terdapat juga selang dalam kondisi sudah terbakar yang diamankan penyidik sebagai barang bukti. Dari informasi yang diperoleh, saat kapal dalam perjalanan balik ke dermaga Environmental di Portsite, selang tersebut bocor sehingga menimbulkan bau bensin.

“Saat beroperasi kapal itu, (ada,red) bau bensin katanya. Kemudian dilihat ada selang yang bocor, tapi (Kapal) masih melakukan perjalanan sampai dengan Portsite,” katanya.

Kapal tersebut rencananya akan bertolak dari Mimika ke Asmat untuk melaksanakan kegiatan. Namun karena ada sesuatu dan lain hal, kapal terpaksa kembali dan sandar di dermaga Environmental. Penyidik juga menemukan ada 2 drum diatas kapal yang berisi bahan bakar.

“Disitu kita temukan ada 2 drum bensin. Memang kapal itu mau ke Asmat,” ungkapnya.

Berita Terkait
Baca Juga