Kemungkinan Besar Peresmian Venue PON Dalam Bentuk Virtual

KETERANGAN PERS - Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw memberikan keterangan pers. Foto: Vidi
KETERANGAN PERS | Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw memberikan keterangan pers. (Foto: Vidi)

JAYAPURA | Kepolisian Daerah Papua memberikan dua opsi sebelum mengeluarkan surat izin keramaian peresmian sejumlah venue dan hitung mundur 365 hari pelaksanaan PON XX Papua.

Salah satu opsi tersebut melakukannya secara virtual dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Keputusan ini memang sangat dilematis, karena kami juga menyemangati pelaksanaan PON. Tapi di saat bersamaan juga sedang mengalami masa kritis akibat virus Covid-19,” kata Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw dalam keterangan persnya usai melakukan Rapat Koordinasi bersama forkompimda Papua berlangsung di Jayapura, Kamis (15/10).

Dikatakan Kapolda, alasan belum dikeluarkan surat izin tersebut dikarenakan saat ini seluruh daerah di Indonesia, termasuk Provinsi Papua sedang berupaya memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19.

Apalagi, dalam agenda yang direncanakan berlangsung pada 20 Oktober 2020 akan melibatkan banyak orang.

Kendati demikian, Kapolda tetap mendukung agenda PON Papua, namun belum memutuskan sebelum adanya rapat lagi yang dilakukan panitia untuk menyikapi alternative dilakukannya secara virtual.

IKLAN-TENGAH-berita

“Kami masih menunggu agenda peresmian secara virtual itu dalam bentuk bagaimana, nanti besok (Jumat hari ini) akan duduk bahas dengan panitia lagi, apakah kita bias memberikan izin atau tidak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Harian PB PON Papua, Yunus Wonda mengatakan, setelah mendapatkan kesimpulan bahwa agenda peresmian tersebut dapat dilakukan secara virtual atas berbagai pertimbangan.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar