Kenaikan Harga BBM Pengaruhi Harga Ikan di Pasar Sentral

Penjual ikan di Pasar Sentral Timika, Sukri (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Penjual ikan di Pasar Sentral Timika, Sukri (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Kenaikan harga BBM memberi dampak besar terhadap kenaikan harga barang lainnya, salah satunya ikan.

Di Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah harga ikan bahkan naik mulai Rp5 ribu sampai Rp 10 ribu per kilogram.

Jika sebelumnya harga dijual Rp35 ribu per kilo, saat ini naik menjadi Rp45 ribu perkilogram.

“”Harga ikan naik sudah sejak pas BBM naik, karena dari nelayan yang kita beli ikan sudah naik sehingga terpaksa kami juga menaikan harga ikan,” jelas Sukri, penjual ikan di Pasar Sentral Timika, Rabu (14/9/2022).

Tidak hanya ikan, udang juga ikut naik menjadi Rp50 ribu perkilonya.

“Kalau tidak naik tetap kami juga rugi karena beli di nelayan kan harganya sudah beda,” ungkapnya.

Sama seperti Sukri, Bima juga terpaksa menaikan harga ikan mengingat ikan yang dijual di Pasar Sentral dikirim dari Tual.

“Ini dari Tual, Maluku, nelayan memang sudah naikan harga, ditambah lagi ongkos dari sana (Tual) ke sini, yah harganya mau tak mau harus dinaikan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika Anthonius Welerubun membenarkan adanya kenaikan harga ikan tersebut.

“Jadi harga naik bukan saja karena BBM tapi ada beberapa faktor seperti sulitnya ikan oleh karena faktor alam,” pungkasnya.

Sebelumnya, BBM subsidi yang mengalami kenaikan adalah Pertalite dari Rp7.650 menjadi Rp10.000 per liter, harga solar subsidi dari Rp5.150 ribu menjadi Rp6.800 per liter, sementara BBM non Subsidi pertamax dari Rp12.500 menjadi Rp14.500.

Tanggapi Berita ini
reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.